Desa Cangkudu Bentuk Tim Penyusun IDM 2026, Siapkan Data Akurat untuk Pembangunan Desa

Desa Cangkudu menggelar Musdes membahas dan menyusun tim penyusun IDM di kantor Desa Cangkudu. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA,BANTENESKPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pembentukan Tim PenyusuMq1mn Indeks Deqs rana Membangun (IDM) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah, terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.

Musdes dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cangkudu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cangkudu, Pendamping Desa, para Ketua RT/RW, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pembentukan Tim Penyusun IDM bertujuan untuk melaksanakan pendataan, pengkajian, serta penyusunan berbagai indikator pembangunan desa secara komprehensif. Hasil penyusunan tersebut nantinya menjadi dasar dalam menggambarkan kondisi riil Desa Cangkudu sekaligus menjadi acuan penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Cangkudu Abdullah mengatakan, bahwa Indeks Desa Membangun bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan desa berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui pembentukan Tim Penyusun IDM Tahun Anggaran 2026 ini, kami ingin memastikan seluruh proses pendataan dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai kondisi nyata yang ada di lapangan. Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Desa Cangkudu,” ujar Abdullah kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 30 Juni 2026

Ia menambahkan, keberhasilan penyusunan IDM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi desa secara menyeluruh.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, lembaga desa, tokoh masyarakat, hingga para pendamping desa untuk bersama-sama memberikan informasi yang benar dan mendukung proses penyusunan IDM ini. Dengan kolaborasi yang baik, kita akan memiliki basis data yang kuat sebagai pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, pelayanan dasar, maupun lingkungan,” katanya.

Menurut Abdullah, data IDM juga menjadi salah satu tolok ukur bagi pemerintah dalam melihat tingkat kemajuan desa serta menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan.

“Harapan kami, Tim Penyusun IDM dapat bekerja secara maksimal, menjaga integritas, serta mengedepankan kejujuran dalam setiap proses pendataan. Jangan sampai ada data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang kita miliki. Semakin akurat data yang disusun, maka semakin tepat pula arah pembangunan yang akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, hasil penyusunan IDM Tahun Anggaran 2026 mampu menjadi pijakan bagi Desa Cangkudu untuk terus meningkatkan status kemajuan desa melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami optimistis dengan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang selama ini terjaga, Desa Cangkudu akan terus berkembang menjadi desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pembangunan. Kemajuan desa adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait