Spanduk Promosi Pasar Laris Saiman Sentiong Menuai Kritik

Spanduk Promosi Pasar Laris Saiman Sentiong Menuai Kritik

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebuah spanduk promosi yang terpasang di pagar proyek Pasar Modern Laris Saiman Sentiong di Jalan Raya Balaraja-Kresek menuai kritik dari masyarakat. Narasi dalam spanduk yang berbunyi “Cicilan Semurah Gaji Karyawan” dinilai tidak sensitif dan berpotensi merendahkan pekerja.

Salah satu warga, Marno menilai penggunaan gaji karyawan sebagai alat perbandingan dalam strategi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang tidak menghargai perjuangan para pekerja.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, gaji pegawai yang rendah tidak layak dijadikan bahan promosi. Menurutnya, upah merupakan hasil jerih payah pekerja yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Pernyataan tersebut mencederai rasa hormat terhadap pekerja yang setiap hari menopang roda ekonomi. Kami meminta pihak pembuat iklan mengevaluasi narasi itu dan menyampaikan permintaan maaf kepada para karyawan dan buruh yang merasa direndahkan,” katanya, Rabu 24 Juni 2026.

Ia menambahkan, kreativitas dalam berpromosi seharusnya tidak mengorbankan martabat kelompok tertentu.

“Jangan jadikan upah pekerja sebagai bahan komparasi untuk menarik pembeli. Banyak cara lain yang lebih elegan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ucapnya.

Kritik serupa juga disampaikan Ahmad Udedi. Ia menilai pelaku usaha memiliki banyak pilihan diksi promosi yang kreatif tanpa harus menyentuh aspek yang berpotensi menyinggung atau merendahkan pekerja.

Ia meminta Perumda Pasar NKR untuk melakukan evaluasi terhadap pengembang Pasar Laris Saiman terkait penggunaan materi promosi di ruang publik agar lebih memperhatikan etika komunikasi dan sensitivitas sosial.

“Promosi seharusnya mengedepankan nilai positif. Jangan sampai narasi yang digunakan justru membuat masyarakat, khususnya para pekerja, merasa diremehkan,” ujarnya. (*)

Reporter: Dani mukarom

Pos terkait