JAKARTA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026, Pemerintah Kota Tangerang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam kategori tata kelola pemerintahan modern, dan inovasi digitalisasi yang mendukung pelayanan publik dan pendidikan inklusif.
Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap berbagai inovasi dan terobosan yang selama ini dijalankan Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Kota Tangerang.
“Pertama kami mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Inilah berkat kerja sama seluruh stakeholder yang ada di Kota Tangerang,” ujar Maryono usai menerima penghargaan, di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menegaskan, penghargaan yang diraih tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak yang selama ini bersama-sama mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kota Tangerang.
“Saya mewakili Bapak Wali Kota Sachrudin, mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang ada, stakeholder untuk dapat tetap memberikan peran terbaik. Mulai dari Pemerintah Kota Tangerang itu sendiri beserta jajaran, DPRD, masyarakat, media, dan seluruh pengembang atau pengusaha yang ada juga di Kota Tangerang,” katanya.
Maryono menjelaskan, penghargaan pertama yang diterima Kota Tangerang adalah kategori Tata Kelola Pemerintahan Modern. Sementara penghargaan kedua, diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam pengembangan digitalisasi yang turut mendukung pendidikan inklusif.
Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari konsistensi Pemkot Tangerang dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Berkat kerja sama inilah maka inovasi yang kita lakukan di Kota Tangerang dapat membuahkan hasil. Dan kita tidak berhenti sampai di sini, kita akan terus berkarya dan memberikan dampak kesejahteraan untuk masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya.
Selain menjadi apresiasi atas capaian yang telah diraih, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi Pemkot Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Pada kesempatan itu, Maryono juga mengajak pemerintah daerah lain di Banten maupun wilayah lainnya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antardaerah sangat penting dalam mendukung pengembangan kawasan, peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kerja sama antardaerah adalah bagian dari pengembangan kawasan pembangunan daerah, baik infrastruktur, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya, untuk tetap bisa bersinergi dan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, provinsi, sampai dengan ke daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, mengatakan penghargaan semacam ini memberikan dampak positif bagi daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Disway yang sudah menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Kegiatan seperti ini memberikan stimulan kepada daerah-daerah, menciptakan iklim yang kompetitif sehingga daerah-daerah terus mengembangkan potensinya masing-masing. Daerah lain juga bisa mencontoh dan nantinya tumbuh bersama,” ujar Cheka.
Untuk itu, kata dia, penghargaan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk apresiasi atas capaian daerah, tetapi juga menjadi sarana berbagi praktik terbaik yang dapat direplikasi oleh daerah lain di seluruh Indonesia.
“Kepala daerah bisa menyampaikan kepada khalayak ramai bahwa ada best practice yang dibuat di daerahnya. Mudah-mudahan bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain sehingga kebermanfaatannya tidak hanya dirasakan satu daerah atau satu provinsi, tetapi juga seluruh Indonesia,” katanya.
Founder Disway Group, Dahlan Iskan mengatakan dalam sambutannya, sinergi antarlembaga pemerintahan merupakan kunci agar program pembangunan berjalan optimal dan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administratif.
“Artinya kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat maupun daerah itu menjadi total. Jadi sesederhana itu yang mungkin kita ingin membuat sesuatu itu bekerja, tidak hanya pengguguran kewajiban,” ungkapnya.(*)











