Pedagang Keluhkan Pasar Legok Sepi Pembeli, Kondisi Bangunan Dinilai Kurang Layak

Suasana pasar legok yang sepi dari pembeli membuat pedagang mengeluh. Randy/Banten Ekspres.co.id

LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pedagang di Pasar Legok mengeluhkan kondisi pasar yang saat ini semakin sepi pembeli. Mereka menilai kondisi bangunan pasar yang kurang layak menjadi salah satu penyebab masyarakat enggan datang untuk berbelanja.

Padahal, beberapa tahun lalu Pasar Legok dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan ramai di wilayah Kecamatan Legok. Namun kini, aktivitas jual beli disebut mengalami penurunan drastis.

Bacaan Lainnya

Salah satu pedagang pakaian di Pasar Legok, Nurlela, mengaku kondisi pasar saat ini sangat berbeda dibandingkan dahulu. Ia mengatakan, banyak pembeli lebih memilih berbelanja ke pasar lain yang dianggap lebih bersih, nyaman, dan tertata rapi.

“Dulu Pasar Legok ramai sekali, orang belanja pakaian, sembako, semua ada di sini. Sekarang beda, pembeli makin sedikit,” kata Nurlela saat ditemu oleh Bantenekspres.co.id di Pasar Legok, Senin 10 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi bangunan pasar yang sudah kurang nyaman membuat masyarakat malas datang ke pasar tradisional tersebut.

“Kalau bangunannya bagus, bersih, orang pasti senang datang. Sekarang banyak pembeli yang bilang lebih pilih pasar lain karena lebih rapi dan nyaman,” ujarnya.

Nurlela menjelaskan, sebelumnya persoalan sampah sempat menjadi keluhan utama para pedagang maupun pembeli. Namun, setelah persoalan sampah mulai diatasi, pedagang kini menghadapi masalah baru yakni minimnya jumlah pengunjung.

“Dulu masalahnya sampah. Sekarang sampah sudah lebih baik, tapi pembelinya tetap sepi,” katanya.

Ia mengaku kondisi tersebut sangat berdampak terhadap penghasilan pedagang, khususnya pedagang pakaian yang mengandalkan ramainya pengunjung pasar.

“Kalau seperti sekarang, kadang dari pagi sampai siang belum tentu ada yang beli. Pedagang jadi susah,” ucapnya.

Menurut Nurlela, saat ini aktivitas yang masih terlihat ramai hanya berada di sektor penjualan sayur dan daging. Namun keramaian itu pun hanya berlangsung pada pagi hari.

“Yang masih ramai cuma pedagang sayur sama daging, itu juga paling sampai jam 10 pagi saja. Setelah itu pasar sepi lagi,” jelasnya.

Ia bahkan menggambarkan suasana pasar pada siang hingga sore hari seperti rumah kosong karena minim aktivitas pembeli.

“Kalau sudah lewat siang, suasananya benar-benar sepi seperti rumah kosong. Pedagang banyak yang cuma duduk menunggu pembeli datang,” ungkapnya.

Nurlela berharap ada perhatian dari pemerintah terkait kondisi Pasar Legok agar kembali ramai dan mampu bersaing dengan pasar lain maupun pusat perbelanjaan modern.

“Kami berharap ada perbaikan pasar supaya pembeli mau datang lagi. Kalau pasarnya nyaman, bersih, dan tertata, pasti masyarakat juga kembali belanja ke sini,” tandasnya (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait