Ratusan Honorer Sekolah Negeri di Kota Tangsel Belum Masuk PPPK

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel mencatat jumlah tenaga pendidik di sekolah negeri tingkat SD dan SMP mencapai sekitar 6.000 orang.

Dari jumlah tersebut, masih terdapat ratusan tenaga honorer yang belum masuk skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bacaan Lainnya

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, tenaga honorer yang masih aktif di lingkungan sekolah negeri tidak seluruhnya berstatus guru. Sebagian lainnya merupakan tenaga kependidikan seperti tata usaha, petugas keamanan hingga office boy (OB).

“Kalau jumlah guru di sekolah negeri tingkat SD dan SMP sekitar 6.000 orang. Yang honorer masih ada sekitar 480 orang, tapi tidak semuanya guru, ada tenaga kependidikan, TU, petugas keamanan sampai OB,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 11 Mei 2026.

Deden menambahkan, sebagian tenaga honorer tersebut masih diperbolehkan bekerja karena masuk kategori PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan). Sementara sisanya merupakan tenaga non ASN yang belum masuk formasi PPPK maupun CPNS.

“Yang sekitar 480 orang ini merupakan yang belum masuk PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, termasuk yang belum menjadi CPNS,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan tenaga honorer tersebut tidak hanya ada di lingkungan Dindikbud saja, melainkan juga tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya seperti Dinas Kesehatan hingga Dinas Lingkungan Hidup.

“Tidak hanya di Disdik saja, ada juga di dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup dan OPD lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, Deden menyebut jumlah tenaga honorer terbanyak memang berada di sektor pendidikan karena kebutuhan tenaga pengajar dan tenaga pendukung sekolah masih cukup tinggi.

Ia juga mengungkapkan, mayoritas tenaga honorer yang masih aktif memiliki usia di bawah batas maksimal ketentuan ASN yakni 59 tahun. Bahkan rata-rata usia guru honorer di Tangsel masih berada di bawah 50 tahun.

“Usianya rata-rata masih di bawah 50 tahun, jadi masih cukup produktif,” tutupnya. (*)

Reporter : Tri Budi

Pos terkait