CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kelurahan Cipayung menggelar rapat koordinasi (rakor) yang dirangkai dengan peringatan Hari Kartini sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan di tengah masyarakat, Selasa, 21 April 2026
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Cipayung tersebut diikuti kader PKK, kader posyandu, posbindu, serta istri RT dan RW. Rakor ini merupakan agenda rutin tahunan yang kali ini sengaja diselaraskan dengan momentum Hari Kartini guna memperkuat semangat pengabdian perempuan.
Lurah Cipayung Dini Nurlianti mengatakan, kegiatan diawali dengan pemaknaan Hari Kartini serta pemberian penghargaan kepada kader perempuan yang telah lama mengabdi.
“Kami memberikan penghargaan kepada lima kader yang usianya di atas 70 tahun dan masih aktif. Bahkan ada yang sudah mengabdi lebih dari 40 tahun sebagai kader posyandu,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 21 April 2026.
Dini menambahkan, salah satu yang mendapat apresiasi adalah Samsiah (72), kader senior yang telah puluhan tahun mengabdi dan dikenal sebagai kader berprestasi hingga tingkat Provinsi Banten.
Selain itu, kelurahan juga memberikan penghargaan kepada kader termuda berusia 35 tahun sebagai bentuk motivasi bagi generasi muda agar ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Pengabdian sebagai kader tidak hanya untuk yang sudah senior, tetapi juga bisa dilakukan oleh generasi muda,” tambahnya.
Dini menyebut, para kader sebagai sosok inspiratif yang terus memberikan pengabdian tanpa pamrih. Banyak di antara mereka yang telah berpuluh tahun berkontribusi tanpa mengharapkan imbalan materi.
“Perempuan, khususnya kader PKK dan posyandu, selalu menjadi inspirasi. Mereka menginspirasi lurah dan warga melalui pengabdian yang luar biasa,” jelasnya.
Peran kader posyandu dinilai sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendampingan ibu hamil, penanganan stunting, hingga membantu proses persalinan darurat sebelum ditangani tenaga medis.
Tak hanya itu, kader juga menjadi garda terdepan dalam edukasi kesehatan serta mendukung berbagai program pemerintah di tingkat lingkungan. Atas dedikasi tersebut, para kader disebut sebagai “Kartini masa kini” yang patut diapresiasi.
Dini menegaskan, peringatan Hari Kartini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai momentum untuk mendorong perempuan agar lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.
“Perempuan harus mampu menjadi inspirasi di lingkungannya, termasuk melalui kegiatan seperti pengelolaan bank sampah dan program sosial lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, bahkan banyak di antaranya yang mampu berkontribusi meski berstatus sebagai ibu rumah tangga.
“Pendidikan tinggi tidak harus selalu berujung pada pekerjaan formal, tetapi juga bisa menjadi bekal untuk mengabdi di masyarakat,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, pihaknya berharap para perempuan, khususnya kader di wilayah Kelurahan Cipayung, semakin semangat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Harapannya, ibu-ibu terus bersemangat, tidak mudah menyerah, dan terus menginspirasi lingkungan sekitar,” tutupnya. (*)
Reporter : Tri Budi











