CIKUPA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketidakpastian geopolitik global mulai menekan dunia usaha di Kabupaten Tangerang. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang, Herry Rumawatine, mengungkapkan pelaku usaha kini mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk efisiensi biaya yang berpotensi berujung pada pengurangan tenaga kerja, Minggu 19 April 2026.
Menurut Herry, dampak geopolitik paling dirasakan oleh perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor maupun pasar ekspor. Hambatan pengiriman serta kenaikan harga material membuat biaya produksi meningkat, sementara daya beli masyarakat justru melemah.
“Geopolitik pasti ada imbasnya, terutama perusahaan yang impor material. Pengiriman terhambat, harga naik. Begitu juga ekspor, pasti terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut memaksa pelaku usaha melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan. Efisiensi menjadi opsi yang mulai dipertimbangkan, dengan pengurangan tenaga kerja sebagai langkah terakhir.
“Kalau biaya semakin tinggi, pasti kita akan melakukan efisiensi. Salah satunya pengurangan tenaga kerja. Ini yang kita harapkan tidak terjadi, tapi kalau dampaknya besar, mau tidak mau bisa terjadi,” jelasnya.
Herry menegaskan, hingga saat ini pengusaha di Kabupaten Tangerang masih menahan diri untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, ketidakpastian yang masih berlangsung membuat pelaku usaha mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
“Sekarang kita masih waswas. Kita sudah siap-siap, tapi sampai hari ini belum melakukan. Namun untuk ekspor impor sudah mulai terdampak,” katanya.
Di sisi lain, pengusaha juga menghadapi dilema dalam menentukan harga produk. Kenaikan harga berisiko menekan daya beli masyarakat, sementara jika tidak dilakukan, perusahaan berpotensi mengalami kerugian.
“Serba salah, kalau dinaikkan belum tentu laku karena daya beli turun. Kalau tidak dinaikkan, kita rugi. Jadi masih dihitung mana yang paling feasible,” ungkapnya.
Apindo Kabupaten Tangerang pun telah berkomunikasi dengan pemerintah agar kebijakan yang diambil tidak menambah beban dunia usaha. Herry berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi, termasuk menahan kenaikan harga energi serta mengurangi biaya tambahan yang membebani pengusaha.
“Kita harapkan kebijakan pemerintah tidak memberatkan dunia usaha. Kalau beban makin tinggi, efisiensi tidak terhindarkan, dan dampaknya bisa ke tenaga kerja,” tutupnya. (*)











