SPMB 2026, SDN Cipadu 3 Siapkan Kuota 28 Siswa per Kelas

SDN Cipadu 3 yang terletak di Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Dhuyuf/Bantenekspres.co.id.

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Cipadu 3, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, menyiapkan kuota penerimaan sebanyak 56 siswa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Kuota tersebut dibagi ke dalam dua rombongan belajar dengan maksimal 28 siswa per kelas.

Kepala Sekolah SDN Cipadu 3, Sahroni, mengatakan jumlah kuota yang tersedia tahun ini mengikuti kebijakan terbaru pemerintah daerah yang membatasi jumlah peserta didik dalam satu kelas maksimal 28 siswa.

Bacaan Lainnya

“Kuota kita tahun ini 56 siswa. Karena satu kelas maksimal 28 siswa, jadi dibuka dua kelas,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada SPMB tahun lalu, SDN Cipadu 3 hanya membuka satu rombel dengan jumlah 32 siswa.

“Tahun lalu kita hanya satu kelas dengan kuota 32 siswa. Alhamdulillah sekarang bertambah menjadi dua kelas,” ucapnya.

Dikatakan Sahroni, penambahan rombel ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan di lingkungan sekitar sekolah. Meski demikian, sekolah tetap harus menyesuaikan daya tampung dengan ketentuan yang berlaku dari pemerintah daerah.

“Kalau dihitung memang jumlah yang keluar lebih banyak, tetapi sekarang kebijakan pemerintah daerah menetapkan maksimal 28 siswa per kelas,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, SDN Cipadu 3 membuka beberapa jalur penerimaan, mulai dari jalur afirmasi, lingkungan hingga wilayah. Seluruh proses dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk jalur afirmasi, kata dia, sekolah telah menerima satu peserta didik. Sementara pada jalur lingkungan, dari kuota yang tersedia sebanyak 23 kursi, sebanyak 19 siswa telah mendaftar dan dinyatakan diterima.

“Untuk jalur lingkungan sebenarnya kuotanya 23 siswa, tetapi yang masuk baru 19. Kalau nanti kuota belum terpenuhi, akan dibuka kembali pada tahap dua,” tuturnya.

Ia menambahkan, jalur wilayah memiliki cakupan yang lebih luas sehingga peluang pemenuhan kuota masih terbuka dan penerimaan akan terus berlangsung hingga jumlah siswa yang diterima mencapai kuota maksimal 56 peserta didik.

Selain memastikan kesiapan kuota, pihak sekolah juga berkomitmen menjaga transparansi pelaksanaan SPMB. Sahroni menegaskan sosialisasi kepada guru dan orang tua siswa dilakukan secara rutin agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.

“Karena sekarang sistem yang bekerja, kami mengikuti aturan yang sudah ada. Tidak bisa macam-macam dan semua harus sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sahroni berharap pelaksanaan SPMB 2026 di SDN Cipadu 3 dapat berjalan lancar dan seluruh kuota yang tersedia dapat terpenuhi. Melalui dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan demi menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik. (*)

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait