TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana khidmat di Masjid Raya Al-Azhom mendadak tegang pada Selasa, (14/4). Saat Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memberikan teguran keras jajaran Lurah yang dinilai tidak disiplin saat menghadiri acara resmi pemerintah kota.
Sachrudin meluapkan kekecewaannya saat dirinya memastikan kehadiran seluruh jajaran camat dan para lurah. Sachrudin menyebut satu persatu nama para camat dan lurah untuk memastikan kehadirannya dalam kegiatan peluncuran program Gerakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui Ekosistem Masjid dan RT/RW.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah ASN masih terlihat duduk santai di area luar masjid. Beberapa di antaranya terlihat bermain telepon selular, bahkan ada yang masih asyik menghisap rokok saat acara telah dimulai.
Namun, kekecewaan Sachrudin saat nama-nama lurah yang dipanggil tidak ada di lokasi kegiatan.
Melalui speaker masjid yang menggema ke seluruh area Masjid Al Azhom, Ia dengan nada tinggi menegaskan, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat yang wajib memiliki dedikasi dan jiwa kedisiplinan tinggi.
“Saya ini pernah menjadi ASN, mulai dari staf, jadi Lurah, hingga Camat. Tapi saya selalu berdisiplin dan selalu mendengarkan pimpinan,” tegas Sachrudin dalam sambutannya.
Ia mempertanyakan profesionalisme para lurah tersebut dalam mengemban amanah publik. “Kalau begini, bagaimana mau melayani masyarakat? Kita ini harus menjaga disiplin dan menjalin kerjasama bersama semua pihak untuk memajukan kota ini,” tegas Sachrudin, lagi.
Mendengar suara sang Wali Kota yang terdengar “ngomel” melalui pengeras suara, para Lurah yang tadinya bersantai di luar seketika panik. Mereka terpantau bergegas masuk ke dalam masjid untuk mengikuti jalannya kegiatan.
Tak hanya menegur langsung, Sachrudin juga memberikan pesan khusus kepada Camat dan Asda I Bidang Pemerintahan yang hadir. Ia meminta para atasan langsung tersebut untuk lebih ketat mengawasi perilaku dan kedisiplinan para lurah di wilayah masing-masing.
Meski sempat diwarnai aksi teguran, acara peluncuran program jaminan sosial ini tetap berlanjut. Program ini merupakan terobosan Pemkot Tangerang untuk memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pengurus masjid (marbot), ketua RT, dan ketua RW sebagai garda terdepan pelayan masyarakat di tingkat akar rumput.(ziz)
Reporter: Abdul Aziz











