TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – DPRD Kota Tangerang mendukung penuh proyek pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara mandiri. Program ini dinilai dapat mengurangi volume sampah di Kota Tangerang secara signifikan dan bernilai ekonomi.
Oleh karenanya, Pemkot Tangerang menyiapkan anggaran hingga Rp 150 miliar untuk pembebasan lahan seluas 5 hektare untuk program pembangunan PSEL tersebut.
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam mengatakan, sejak awal DPRD mengharapkan agar skema PSEL Kota Tangerang dilakukan secara mandiri. Sebab, jika ikut aglomerasi Tangerang Raya, bila dilakukan penghitungan biaya, justru akan memakan biaya lebih besar. Terlebih, potensi gangguan sosial dalam proses operasional armada sampah. Oleh karenanya, kata Rusdi, DPRD meminta agar proyek ini dilakukan secara mandiri.
“Kita khawatir jika tetap ikut aglomerasi ada potensi gangguan sosial dalam konteks pengiriman ke wilayah orang. Kita juga nggak ada garansi sosial bahwa hal ini akan berjalan lancar, dengan kata lain kemungkinan penolakan akan lebih besar dari daerah lintasan maupun di sekitar TPA Jatiwaringin itu,” ungkap Rusdi, belum lama ini.
Menurut dia, gayung pun bersambut. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup merestui dan memutuskan proyek pembangunan PSEL di Kota Tangerang dilakukan secara mandiri.
“Skema dari awal yang kita harapkan. Sebab dengan (PSEL) mandiri ini ke depannya pun pasca proyek ini selesai, akan jadi aset kita. Ini yang belum tentu kita dapat kalau ikut aglomerasi,” jelasnya.
Politisi dari Partai Golkar ini menuturkan, secara teknis dan persiapan perlu dilaksanakan secara cepat. Sebab, Kota Tangerang ikut fase dua dengan berbagai prasyarat yang harus dipenuhi, khususnya dari sisi lahan.
“Kita sudah alokasikan slot anggaran untuk pembebasan lahan pada 2026 ini, berdasarkan hasil estimasi penghitungan besarannya kisaran Rp150 miliar. Untuk tahap awal di anggaran murni kisaran Rp 60 miliar, nanti pada APBD Perubahan kita tambah lagi,” ungkap Rusdi.
“Apalagi ketika sudah ada appraisalnya sebelum perubahan ini bisa dibayarkan sekarang dan sisanya nanti kita alokasi pada anggaran perubahan,” sambungnya.
Ia berharap, proses pembebasan lahan tersebut dapat berjalan sesuai tahapan yang dilakukan Pemkot Tangerang melalui Dinas Iingkungan Hidup Kota Tangerang.
“Mudah-mudahan prosesnya tetap berjalan dan sudah ada tahapan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam konteks pembebasan lahan,” ujarnya.
.antan Ketua KNPI Kota Tangerang ini menambahkan, luas lahan untuk proyek PSEL tersebut diharapkan dapat dikembangkan di lokasi yang saat ini tengah ditentukan. Mengingat, pertumbuhan penduduk di Kota Tangerang terus semakin bertambah.
“Kita juga berharap ada penentuan lokasi dan masih ada space lahan yang bisa kita kembangkan, karena kita tidak tahu ke depan proyeksi penduduk terus bertambah dan seiring dengan pertumbuhan tadi, maka produksi sampah juga pasti bertambah,” jelasnya.
“Yang pasti tidak mungkin hanya kapasitas 1.000 ton sehari untuk kapasitas mesinnya. Bisa saja nanti di 1.500 atau 2.000. Makanya lokasinya diharapkan di tempat yang pengembangannya masih dimungkinkan dengan perluasan di masa yang akan datang,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz










