SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serang, masih belum merata menyentuh semua wilayah karena dapur MBG nya, jumlahnya banyak terpusat di perkotaan saja.
Sehingga ada sekitar 140 ribu masyarakat yang belum terlayani MBG, diantaranya siswa sekolah dan 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita, serta pesantren.
Hal itu disampaikan Ketua Satgas Pengawasan SPPG Kabupaten Serang, sekaligus Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, saat ditemui wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Selasa 2 Juni 2026.
Najib mengatakan, pelayanan dari SPPG atau dapur MBG masih belum merata ke semua wilayah, karena lokasi bangunannya kebanyakan terpusat berada di wilayah perkotaan, sedangkan untuk wilayah pedalaman masih sedikit.
Oleh karena itu ada sekitar 140 ribu masyarakat Kabupaten Serang, belum menerima MBG yang diantaranya siswa sekolah, pesantren, dan 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita.
“Jumlah titik dapur MBG sudah banyak tapi belum merata, kebanyakan di wilayah perkotaan seperti di Waringinkurung untuk dapur MBG nya banyak di sekitar kantor kecamatan. Sehingga, kita sedang melakukan pemerataan supaya dapur MBG ada juga di wilayah pedalaman,” katanya.
Kata Najib, jumlah dapur MBG di Kabupaten Serang sudah melebihi dari cukup, hanya tinggal pelayanan yang perlu ditingkatkan agar semua penerima manfaat dapat terlayani.
“Ini bicaranya bukan domain Pemda, namun yayasan pengelola dan investor, kita targetkan 8 Oktober semuanya sudah terlayani, kita akan terus awasi perkembangannya,” ujarnya.
Dikatakan Najib, berdasarkan data sementara ada sekitar 2010 SPPG yang beroperasi, dan 97 masih persiapan namun penyebarannya belum merata, karena ada beberapa daerah seperti Pulau Tunda, Pulau Panjang, dan Desa Cikedung, belum terlayani.
Ketiga daerah terluar dan tertinggal ini belum terlayani, karena belum ada investor yang mau membangun dapur SPPG, sebab pertimbangannya yaitu jarak tempuh, serta kemudahan bahan baku, lalu transportasi yang sulit membutuhkan cost lebih mahal.
“Siswa di tiga daerah itu ada sekitar 1.000 belum dapat MBG, lalu untuk Cikedung sebagian sudah terlayani dari SPPG di Desa Mancak jaraknya jauh, sedangkan supaya MBG ini fresh masa kirim itu 30 menit maksimal lewat dari itu bisa basi. Sehingga, akan kita upayakan solusinya seperti apa, semoga ada investor yang mau membangun dapur MBG disana,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










