SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, masih menunggu kepastian dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), hasil komunikasi permintaan yang telah dilakukannya beberapa pekan lalu.
Permintaan dari Pemkab Serang ke BPMIGAS ini dilakukan, dalam rangka mengupayakan pemenuhan solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang menjadi satu-satunya sumber listrik bagi masyarakat Pulo Tunda.
Diketahui, masyarakat Pulo Tunda, di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, tengah kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi yang digunakan untuk pembangkit listrik.
Imbasnya listrik di Pulo Tunda kini hanya bisa menyala selama enam jam dari sebelumnya bisa sampai 12 jam.
Hal itu disebabkan karena adanya regulasi baru dan kenaikan harga solar, serta yang subsidi sudah tidak bisa digunakan untuk pembangkit listrik hanya bisa untuk nelayan.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan BPMIGAS untuk mengalokasikan solar harga subsidi supaya masyarakat bisa mengoperasikan PLTD.
Namun sampai sekarang belum ada kejelasan, apakah permintaan yang disampaikan Pemkab Serang ke BPMIGAS ini, dapat terealisasi atau tidak sebab pihaknya masih menunggu jawaban.
“Kita masih menunggu jawaban dari BPMIGAS, karena kita sudah menjalin komunikasi semoga bisa secepatnya terealisasi, mengalokasikan harga solar subsidi. Kuotanya diatur oleh mereka, kita upayakan semoga bisa sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya, Senin 1 Juni 2026.
Najib mengatakan, usulan yang disampaikan ke BPMIGAS yaitu supaya solar ada diperuntukkan bagi masyarakat Pulo Tunda, bukan hanya untuk dijualbelikan namun untuk kebutuhannya.
Sebab selama ini masyarakat Pulo Tunda kesulitan mendapatkan solarnya, karena tidak ada SPBU khusus yang mau melayani masyarakat.
“Untuk kebutuhan masyarakat pulau ya, selama ini mereka kesulitan mendapatkan solarnya, karena tidak ada SPBU yang mau melayani subsidi solar untuk PLTD. Karena peraturan baru, menyebutkan solar subsidi hanya untuk nelayan kalau untuk PLTD tidak subsidi harganya mahal,” ujarnya.
Najib mengaku, akan melakukan kajian terlebih dahulu mengenai keberadaan lokasi untuk pemenuhan solar masyarakat Pulo Tunda, sebab selama ini tidak ada dan pihaknya belum bisa menentukan lokasinya.
“Nanti akan dilakukan kajiannya dulu, supaya ini lokasi keberadaannya tepat sasaran semua, dan pemenuhan solar untuk masyarakat Pulau bisa terpenuhi,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










