Prabowo Berkurban Pakai APBN Dihujat Netizen, Mendes PDT Yandri : Tak Masalah Selama Untuk Kepentingan Masyarakat

Mendes PDT Yandri Susanto saat diwawancarai wartawan di lokasi penyembelihan hewan kurban, di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Mamun, Kecamatan Pabuaran, Kamis 28 Mei 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

PABUARAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto, menyalurkan sebanyak 1.098 sapi kurban untuk Idul Adha yang menghabiskan anggaran sebesar Rp100 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penyaluran ribuan hewan kurban dengan memakai APBN ini, mendapat beberapa komentar hujatan dari netizen di Media Sosial (Medsos), ada yang berkomentar bahwa anggaran untuk beli hewan kurban tidak bermanfaat lebih baik dipakai untuk kepentingan lainnya yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, bedakan pembelian dengan penyaluran dan apa yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu penyaluran hewan kurban untuk kegiatan sosial di Hari Raya Idul Adha.

Penyaluran hewan kurban Idul Adha pakai APBN ini, bukan hal baru yang dilakukan dan bukan juga terjadi di era sekarang, namun sudah ada dari dulu baik dari zaman Presiden Jokowi maupun lainnya sudah seperti ini.

“Sudah ada dari dulu bukan hanya di zaman pak Presiden Prabowo saja, dari pak Presiden Jokowi dan sebelumnya sudah melakukan itu. Kenapa sekarang baru diributkan gitu, hewan kurban yang disalurkan itu sampai ke rakyat yang benar-benar membutuhkan, menurut saya ide besar dari pak Prabowo dan memperbesar bantuan itu bagus,” katanya saat diwawancarai wartawan usai melakukan penyembelihan hewan kurban di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Mamun, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Kamis 28 Mei 2026.

Yandri menegaskan, tidak ada salahnya mau pakai APBN atau tidak yang penting negara wajib hadir membantu rakyatnya yang membutuhkan, karena APBN itu uang rakyat yang tentunya harus juga dikembalikan ke rakyat untuk kepentingan rakyat.

Ia menegaskan, tidak ada satu pun masyarakat yang menerima bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang protes melainkan mereka senang karena bisa menikmati daging kurban di Hari Raya Idul Adha.

“Hewan kurban yang disalurkan itu kan ke seluruh provinsi di Indonesia, tidak ada satupun masyarakat yang menerima itu protes malahan mereka senangnya minta ampun luar biasa. Jadi saya kira bagi yang memprotes itu, ya itu boleh sekedar masukan tapi manfaatnya kan terasa kepada rakyat seluruh Indonesia yang menerima, dan itu tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Menurut Yandri, tidak ada salahnya untuk pakai uang dari APBN menyalurkan hewan kurban untuk kepentingan masyarakat, dan harus disambut baik serta dicontohkan juga oleh pemerintah provinsi lainnya.

“Saya kira bisa dicontoh juga buat Pemprov kalau misalnya ada anggaran beli sapi yang banyak, beli kerbau yang banyak bagikan ke rakyat juga bagus, tidak ada yang salahnya berbuat baik, jadi ya saya kira tidak ada yang perlu kita persoalkan,” ucapnya.

Yandri berkurban sebanyak 10 hewan kurban, dua kerbau dan delapan sapi yang sudah dipotong sejak kemarin sampai hari ini, dan dagingnya dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan di wilayah sekitarnya.

“Saya sudah berkurban dari kemarin, pakai uang pribadi saya, kita punya sapi dan kerbau totalnya 10 ada dua kerbau dan delapan sapi, kita bagi dagingnya untuk masyarakat sekitar yang benar-benar membutuhkan,” tuturnya. (*)

Pos terkait