TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama masih terkendala penerbitan visa. Sebab, adanya perubahan administrasi pada perubahan kloter. Hal itu diungkapkan Kepala UPT Asrama Haji Banten, Ahmad Muafiq saat ditemui, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas dokumen perjalanan jemaah untuk kloter pertama dan kedua hampir sudah lengkap seluruhnya. Namun, ia mengakui ada sejumlah calon jemaah haji yang visanya hingga saat ini belum terbit.
“Untuk paspor kloter satu, dua, dan beberapa kloter lainnya sudah lengkap. Tapi memang ada kendala nih terkait visa untuk empat calon jemaah haji yang belum terbit karena adanya perubahan kloter,” ungkapnya.
Muafiq menyampaikan, proses penyelesaian visa tersebut akan diupayakan selesai pada hari Selasa (21/4) melalui koordinasi dengan tim aplikasi Nusuk yang bersiaga di lokasi.
“Insya Allah hari Selasa selesai karena tim Nusuk juga ada di sini untuk proses aktivasi. Kita tinggal menunggu proses tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hasil observasi tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Banten terkait aspek sanitasi, Muafiq memastikan pihaknya tengah melakukan pembersihan besar-besaran, terutama sisa-sisa material pembangunan yang dianggap mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.
“Persiapan sudah 99 persen. Sisa satu persennya adalah perapihan jalur masuk bagasi truk dan kenyamanan lingkungan. Besok kami pastikan sudah final 100 persen,” tegasnya.
Muafiq menyatakan kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut kedatangan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama pada Selasa besok.
Untuk musim haji tahun ini, lanjut Muafiq, Asrama Haji Banten akan menampung 24 kloter, terdiri dari 17 kloter di Gedung 4. Sisanya di gedung 2 dengan kapasitas tiap kamar diisi oleh empat jemaah. Pihak pengelola juga menerapkan kebijakan skala prioritas bagi jemaah lansia.
“Jemaah lansia akan kami prioritaskan, baik dalam pelayanan maupun penempatan kamar di lantai bawah agar mudah diakses,” papar Muafiq.
“Petugas juga akan bersiaga dengan sistem shift untuk menjamin respon cepat (fast response) terhadap setiap keluhan jemaah,” sambungnya.
Muafiq menegaskan, Asrama Haji Banten akan menerapkan aturan ketat terkait kedatangan jemaah. Keluarga pengantar dilarang masuk ke area asrama karena pelepasan secara resmi hanya dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota oleh masing-masing kepala daerah.
“Ke embarkasi hanya boleh bus jemaah dan panitia daerah, itu pun kami batasi maksimal tiga kendaraan. Di sini tidak ada lagi seremoni baik dari Pemda maupun Kemrnhaj. Fokus kami di sini murni pelayanan dokumen, kesehatan, dan imigrasi,” tegasnya.
Ia mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik selama berada di asrama maupun saat keberangkatan hingga kepulangan dari tanah suci.
“Ibadah haji adalah ibadah yang sangat mengandalkan fisik. Saya imbau para jemaah untuk menjaga kesehatan agar saat menjalankan ibadah haji nanti fisik tetap prima dan sehat hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya.(*)











