Garuda Indonesia Siap Terbangkan 102 Ribu Jemaah Haji 2026, Utamakan Keselamatan

Garuda Indonesia Siap Terbangkan 102 Ribu Jemaah Haji 2026, Utamakan Keselamatan
Petugas Garuda Airlines siap melayani calon jemaah haji secara optimal. Foto (Istimewa)

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapan penuh untuk melayani jemaah calon haji Indonesia musim 1447 H / 2026 M. Keberangkatan perdana dijadwalkan akan dilepas melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu, 22 April 2026.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan menegaskan, terkait memanasnya situasi di Timur Tengah, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Pihaknya memastikan dalam operasional penerbangan akan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety) sebagai prioritas utama.

Bacaan Lainnya

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu merasa khawatir meskipun saat ini terdapat aktivitas latihan drone di kawasan tersebut. Insya Allah perjalanan calon jemaah haji ke Tanah Suci berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, tidak usah khawatir meski di sana sedang ada latihan drone-drone,” ujar Glenny dalam keterangannya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 19 April 2026.

Glenny menyampaikan, pada musim haji tahun ini, pihaknya telah menyiapkan 15 pesawat serta layanan khusus untuk memastikan kelancaran ibadah rukun Islam kelima ini, di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang dinamis.

Dikatakannya, belasan pesawat tersebut akan melayani 10 Embarkasi di seluruh Indonesia.

Glenny mengaku senang, pada musim haji tahun ini seluruh proses penerbangan sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Garuda Indonesia secara mandiri.

Ia juga mencatat, jumlah jemaah yang cukup signifikan, yakni mencapai 102 ribu orang. “Dari keseluruhan jemaah yang akan diterbangkan sekitar 60 persen masuk kategori lansia (lanjut usia), dengan rentang usia 65 hingga 91 tahun,” ujarnya.

Menyikapi tingginya angka jemaah lansia, kata Glenny, Garuda Indonesia melakukan sejumlah langkah mitigasi layanan diantaranya, memfasilitasi jemaah lansia ditempatkan di tempat duduk kelas bisnis agar lebih nyaman selama perjalanan jauh. Terlebih, adanya disiapkannya kursi roda (wheelchair) di setiap titik layanan.

Oleh karenanya, tambah Glenny, pihaknya menerjunkan sebanyak 300 pilot dan 700 kru kabin yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam penanganan jemaah lansia.

Glenny juga menyebutkan, dalam penerbangan jemaah haji, Garuda Indonesia menargetkan tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) di atas 90 persen.

Terkait fluktuasi harga bahan bakar pesawat (avtur) yang dipicu kondisi global, Glenny memastikan hal tersebut tidak akan dibebankan kepada jemaah. Pemerintah telah memberikan jaminan penuh untuk menutupi selisih biaya operasional.

“Terkait itu (kenaikan avtur), pemerintah sudah menjamin dan menanggung sepenuhnya seluruh selisih biaya untuk tidak membebani jemaah. Jadi meski adanya kenaikan harga bahan bakar, pemerintah tetap care dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain kepastian biaya, Garuda Indonesia juga memastikan aspek konsumsi jemaah terpenuhi dengan baik. Maskapai akan menyediakan layanan makanan berat (heavy meal) bagi jemaah, baik pada fase keberangkatan menuju Tanah Suci maupun saat fase pemulangan ke tanah air.

“Kami akan melayani calon jemaah haji secara maksimal. Fokus kami adalah memberikan kenyamanan dan ketenangan selama mereka menunaikan ibadah,” pungkasnya.(*)

Pos terkait