SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan UPT Puskesmas Ciater.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Ahmad Rifaudin mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Ini sebenarnya bentuk kepedulian untuk memastikan masyarakat, khususnya di Kota Tangsel, dalam kondisi sehat. Salah satu upayanya dengan menghadirkan layanan CKG di instansi pemerintah, baik vertikal maupun daerah, serta di wilayah-wilayah yang sudah ditentukan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 23 April 2026.
Rifaudin menambahkan, program tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.
“Program ini memang bertujuan agar kesehatan masyarakat bisa terpantau. Walaupun pemeriksaannya masih dasar, setidaknya bisa menjadi deteksi awal sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium,” tambahnya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berkala dengan jadwal yang telah ditentukan oleh penyelenggara, sementara pihaknya hanya memfasilitasi pelayanan.
“Mereka yang menentukan jadwalnya, kami hanya menyediakan layanan. Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini komposisi pegawai di lingkungannya didominasi oleh generasi muda. “Sekarang sekitar 70 persen pegawai merupakan generasi milenial, sedangkan 30 persen lainnya generasi di atasnya,” ungkapnya.
Dengan adanya program CKG ini, pihaknya berharap seluruh pegawai maupun masyarakat dapat terus menjaga kondisi kesehatan agar mampu menjalankan tugas dan aktivitas secara optimal.
“Harapannya tentu semua dalam keadaan sehat dan bisa menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara dengan maksimal dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Rifaudin juga mengakui, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya kehilangan sejumlah pegawai akibat sakit maupun faktor lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan.
“Program ini penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan, minimal dari pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan kadar lemak. Dengan begitu, jika ada indikasi penyakit bisa segera ditangani,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Ciater Ucik Hendrawaty mengatakan, program CKG saat ini tidak lagi berbasis momentum ulang tahun seperti saat awal peluncuran. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja saat masyarakat datang ke puskesmas.
“Kalau masyarakat datang ke puskesmas untuk berobat atau mengurus sesuatu, sekalian kami tawarkan cek CKG. Rata-rata mereka mau karena gratis dan sekalian bisa periksa,” ujarnya.
Ucik menambahkan, pemeriksaan dalam program CKG cukup menyeluruh, mulai dari pengecekan jantung melalui EKG, pemeriksaan laboratorium darah, hingga pemeriksaan penyakit dalam.
Untuk perempuan, tersedia pula pemeriksaan payudara serta konsultasi kandungan sesuai indikasi medis. Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi dan diabetes melitus (DM), yang berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat.
“Kebanyakan hipertensi dan DM. Biasanya setelah diketahui, kami arahkan untuk kontrol rutin tiap enam bulan dan pemeriksaan lanjutan laboratorium,” jelasnya.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, program CKG juga menjangkau anak-anak sekolah melalui sistem jemput bola, di mana tim medis mendatangi langsung sekolah-sekolah.
“Iya, kalau untuk anak sekolah kami yang datang ke sekolah. Kalau ada indikasi perlu penanganan lebih lanjut, kami sarankan ke puskesmas,” tutupnya. (*)











