KARAWACI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Semangat juang terpancar dari wajah Miftah Fauzi Zulkarnaen, siswa SDN Karawaci 1 yang baru saja mengharumkan nama sekolahnya di tingkat Kecamatan. Miftah berhasil meraih predikat Juara 2 dalam cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) pada event FLS3N, O2SN dan Pentas PAI 2026.
Prestasi ini bukan diraih dalam kompetisi biasa, melainkan dalam ajang terpadu yang menggabungkan tiga pilar kompetisi bergengsi. Ajang tersebut meliputi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).
Kepala Sekolah SDN Karawaci 1, Imam Nur Rahman, menyatakan keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan yang sangat panjang. Pihak sekolah telah menyusun jadwal latihan khusus bagi para siswa pilihan jauh sebelum kompetisi resmi dimulai oleh dinas terkait.
“Kalau persiapan itu kita memang dari September anak-anak sudah berlatih. Menjelang Januari-Februari itu, September sudah berlatih itu,” ujar Imam saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Kamis 23 April 2026.
Imam menambahkan, latihan intensif tersebut tidak hanya fokus pada satu bidang, tetapi mencakup berbagai bakat mulai dari seni pantomim, menulis, hingga mendongeng. Fokus khusus diberikan pada cabang religi seperti MHQ, untuk memastikan siswa memiliki kesiapan mental dan hafalan yang matang.
Meski demikian, perjalanan menuju podium juara tidak selalu mulus karena adanya berbagai kendala teknis. Imam mengakui, proses latihan terkadang terhambat oleh kesibukan guru pendamping atau adanya agenda sekolah lain yang mendesak.
“Proses berjalan itu tidak selamanya seminggu sekali. Ketika gurunya sibuk, ada kegiatan yang lain, ya mungkin melos (libur). Kita berupaya sudah gitu kan,” tambahnya.
Ke depan, untuk memaksimalkan potensi tersebut, Imam secara khusus menunjuk guru-guru pembimbing yang kompeten di bidangnya masing-masing. Langkah ini diambil agar pembinaan dilakukan secara profesional, baik untuk persiapan cabang solo vokal, pantomim, menyanyi, maupun persiapan O2SN.
Dikatakan Imam, keberhasilan Miftah yang bersaing ketat dengan peserta dari sekolah lain di Karawaci menjadi bukti bahwa kerja keras sejak dini membuahkan hasil. Foto Miftah saat memegang piala kemenangan kini menjadi salah satu dokumentasi kebanggaan bagi keluarga besar SDN Karawaci 1.
Imam berharap, prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk unggul di segala lini. Ia bercita-cita agar SDN Karawaci 1 tidak hanya dikenal melalui prestasi non-akademis, tetapi juga mampu menunjukkan taringnya dalam peningkatan nilai-nilai akademis di masa depan. (*)










