Sambut Hari Buruh, Disnaker Kota Tangerang Fokus Jaga Kondusivitas Investasi

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan.

 

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mulai mematangkan persiapan menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Pada tahun ini Disnaker lebih fokus menjaga harmoni antara buruh, pengusaha, dan pemerintah demi menjaga iklim investasi di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Bacaan Lainnya

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan mengungkapkan, pihaknya telah membentuk kepanitiaan khusus yang melibatkan unsur Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit.

“Kami sudah membentuk panitia yang diketuai tetap setiap tahunnya dari anggota LKS. Terdiri dari unsur pemerintah, buruh, dan pengusaha. Tahun ini kembali diketuai oleh Pak Edi dari SPSI. Rapat koordinasi sudah berjalan, tinggal pelaksanaan kegiatannya saja,” ujar Ujang kepada wartawan, usai menemui aksi buruh di Puspemkot Tangerang, Kamis, 23 April 2026.

Ujang mengatakan, biasanya, Pemkot Tangerang menggelar peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei, Namun,pada tahun ini Pemkot Tangerang menjadwalkan perayaan tingkat kota pada pertengahan Mei mendatang.

“Nanti pelaksanaannya pada9 Mei di Stadion Benteng Reborn dengan agenda kegiatan bersama unsur tripartit untuk mempererat silaturahmi,” ungkap Ujang.

Ia berharap, seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas kota.

“Kondisi ekonomi kita saat ini sedang kurang baik. Jadi, kondusivitas investasi di Kota Tangerang harus dijaga bersama-sama, baik oleh pemerintah, serikat pekerja, pengusaha,” imbuhnya.

Terkait adanya massa buruh asal Kota Tangerang yang berencana melakukan aksi pusat ke Jakarta pada 1 Mei mendatang, menurutnya, berdasarkan koordinasi, massa diperkirakan akan terbagi ke dua titik utama, yakni Gedung DPR RI dan Tugu Monas untuk bertemu Presiden RI.

Dalam aksi massa buruh nanti, kata Ujang, beberapa poin yang menjadi tuntutan para buruh diantaranya, persoalan sistem kerja outsourcing. Kemudian terkait regulasi terkait pemagangan. Selain itu, para buruh juga mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan oleh Pemerintah Pusat.

“Kepada teman-teman yang akan berangkat, baik ke DPR RI maupun ke Monas, saya harapkan dapat menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masing-masing di jalan maupun saat menyampaikan aspirasi,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait