BPBD Kabupaten Tangerang Imbau Warga Waspada Luapan Sungai Cimanceuri, Siaga Evakuasi Dini

BPBD Kabupaten Tangerang, mengimbau masyarakat yang tinggal dekat dengan sungai Cimanceuri untuk waspada luapan air. Foto dok BPBD Kabupaten Tangerang

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan Sungai Cimanceuri. Wilayah yang diminta siaga antara lain Kecamatan Tigaraksa, Legok, Pagedangan, dan Rajeg.

 

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap debit air Sungai Cimanceuri guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar.

 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di bantaran Sungai Cimanceuri, agar selalu waspada. Jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan, segera lakukan langkah antisipasi, termasuk evakuasi dini untuk menghindari risiko yang lebih besar,” ujar Achmad Taufik kepada Bantenekspres.co.id, Senin 20 April 2026.

 

Ia menjelaskan, kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi menyebabkan volume air sungai meningkat secara cepat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana.

 

“Petugas BPBD saat ini terus bersiaga dan melakukan monitoring secara berkala. Kami tidak ingin kecolongan. Ketika ada tanda-tanda kenaikan debit air yang berpotensi meluap, langkah cepat harus segera dilakukan,” katanya.

 

Achmad juga meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan kondisi di lapangan, terutama jika air sungai mulai memasuki permukiman warga.

 

“Peran serta masyarakat sangat penting. Kami meminta warga segera melapor apabila air mulai meluap ke rumah. Dengan begitu, petugas dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar warga tidak menunggu kondisi semakin parah untuk mengungsi.

 

“Evakuasi dini jauh lebih aman dibandingkan menunggu air semakin tinggi. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Jangan menunda untuk mengungsi jika kondisi sudah tidak memungkinkan,” tambahnya.

 

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Tangerang, sejumlah wilayah telah terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Di Kecamatan Jambe, tepatnya di Desa Sukamanah, ketinggian air mencapai 60 hingga 70 centimeter. Sementara di Kecamatan Legok, Desa Cirarab, banjir tercatat setinggi 50 centimeter.

 

Di Kecamatan Pagedangan, Desa Karang Tengah, ketinggian air berkisar antara 40 hingga 120 centimeter. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Cisoka, Desa Carenang, dengan ketinggian air mencapai 150 centimeter. Sedangkan di Kecamatan Tigaraksa, Desa Pasir Nangka, ketinggian air tercatat sekitar 40 centimeter.

 

“Data ini menunjukkan bahwa potensi banjir masih cukup tinggi dan bisa meluas apabila curah hujan terus meningkat. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ungkapnya.

 

Ia juga menambahkan, bahwa BPBD telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemantauan lapangan, penyediaan logistik darurat, hingga kesiapan personel untuk melakukan evakuasi.

 

“Kami sudah siapkan tim di lapangan, peralatan evakuasi, serta kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Namun, kami tetap berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mengikuti imbauan yang telah disampaikan,” katanya.

 

Achmad mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah guna menghindari hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

 

“Kami minta masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga. Ikuti arahan petugas di lapangan dan pastikan keselamatan diri serta keluarga menjadi prioritas,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Randy Yastiawan

Pos terkait