SERPONG UTARA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel terus menggencarkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui program KB Dinamis atau layanan KB bergerak yang menyasar berbagai wilayah di Kota Tangsel.
Penata Kependudukan dan KB Muda DP3AP2KB Kota Tangsel, Aryo Darmawan mengatakan, layanan KB Dinamis kembali digelar di Aula Kecamatan Serpong Utara dengan fokus pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang berupa Intra Uterine Device (IUD) dan implan.
“Hari ini kami melaksanakan layanan KB Dinamis di Aula Kecamatan Serpong Utara. Pelayanan yang diberikan khusus untuk pemasangan IUD dan implan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 4 Juni 2026.
Aryo menambahkan, sejak Januari hingga Juni 2026, pihaknya telah melaksanakan 11 kali layanan KB Dinamis di berbagai wilayah Kota Tangsel. Dari seluruh kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 374 akseptor telah mendapatkan pelayanan KB.
“Dari Januari sampai sekarang sudah 11 kali layanan KB Dinamis. Total akseptor yang mendapatkan pelayanan sebanyak 374 orang,” tambahnya.
Menurutnya, dalam setiap kegiatan rata-rata terdapat 30 hingga 40 peserta yang memanfaatkan layanan tersebut. Sementara pada kegiatan di Kecamatan Serpong Utara, tercatat sebanyak 29 peserta berhasil mendapatkan pelayanan KB.
“Dari total peserta hari ini, sebanyak 10 orang memilih metode IUD dan 19 orang memilih implan,” jelasnya.
Namun demikian, terdapat lima calon akseptor yang belum dapat menerima layanan karena berbagai alasan medis maupun administrasi.
“Ada lima peserta yang tidak bisa dilayani karena mengalami hipertensi, ada yang hasil tes kehamilannya positif, serta beberapa kondisi lainnya seperti status pernikahan dan faktor kesehatan tertentu,” ungkapnya.
Aryo menambahkan, metode kontrasepsi implan masih menjadi pilihan favorit masyarakat dibandingkan IUD. Berdasarkan data layanan yang dilakukan sepanjang tahun ini, sekitar 70 persen peserta memilih menggunakan implan.
“Implan paling banyak diminati, sekitar 70 persen. Banyak peserta merasa lebih nyaman menggunakan metode ini, terutama bagi akseptor baru. Selain itu, cukup banyak juga peserta yang datang untuk mengganti implan lama dengan yang baru,” terangnya.
Menurut Aryo, salah satu keunggulan implan adalah masa perlindungannya yang cukup panjang, yakni hingga tiga tahun, sehingga dinilai lebih praktis dan efektif dalam mengatur jarak kehamilan.
“Implan memiliki masa pakai hingga tiga tahun sehingga cukup efektif sebagai metode kontrasepsi jangka panjang,” tutupnya. (*)










