MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kawasan permukiman nelayan Tanjung Anom di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sukses mencuri perhatian dunia.
Keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan pesisir ini dinilai layak menjadi contoh baik (best practice) yang akan direplikasikan di berbagai belahan dunia.
Hal tersebut terungkap saat perwakilan Habitat Global dari berbagai negara melakukan kunjungan lapangan langsung ke Tanjung Anom untuk melihat hasil penataan perumahan dan permukiman nelayan setempat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandi mengungkapkan rasa bangga atas apresiasi internasional tersebut.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan bukti nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah, lembaga non-profit, swasta dan masyarakat lokal.
”Kami sangat bahagia dan berbesar hati bahwa Habitat Global berkunjung langsung untuk melihat kolaborasi Pemkab Tangerang dengan Habitat for Humanity Indonesia, Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA) dan yang paling terpenting adalah dengan masyarakat,” ujar Erwin saat memberikan keterangan, Kamis, 4 Juni 2026.
Erwin menambahkan, delegasi yang hadir dalam kunjungan tersebut berasal dari berbagai negara lintas benua, meliputi Amerika Serikat, Australia, Filipina dan negara-negara di Kawasan Afrika.
”Pada dasarnya, kolaborasi yang sudah kita lakukan bersama antar stakeholder ini akan mereka replikasikan dan dijadikan contoh baik untuk penataan kawasan lingkungan dan permukiman di areanya masing-masing,” imbuhnya.
Senada dengan Kepala Bappeda, Camat Mauk Angga Yulyantono turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintahan desa.
Ia menekankan kunci dari keberhasilan penataan ini adalah prinsip gotong-royong yang konsisten.
“Mereka sangat apresiasi sekali terhadap kegiatan ini. Karena sekali lagi, ini prinsip kolaboratif yang sederhana namun hasilnya luar biasa,” kata Angga.
Melihat potensi yang ada saat ini, Angga optimistis penataan Tanjung Anom tidak hanya berhenti pada perbaikan infrastruktur tempat tinggal, tetapi juga akan didorong menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi warga lokal.
“Terima kasih Pak Bupati dan semua jajaran hingga Kepala Desa yang sudah bersatu padu. Mudah-mudahan ke depannya, kita bisa teruskan penataan ini ke arah yang lebih baik dan menjadikan Tanjung Anom sebagai destinasi wisata baru,” pungkasnya. (*)









