WALANTAKA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjadikan akses jalan di wilayah perbatasan sebagai fokus utama pembangunan infrastruktur. Perbaikan dilakukan secara bertahap guna menunjang mobilitas masyarakat yang kian tinggi lintas wilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembangunan jalan perbatasan tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan mencakup sejumlah ruas yang menjadi jalur penghubung antara Kota dan Kabupaten Serang.
“Program ini tidak hanya satu lokasi. Ada beberapa ruas jalan perbatasan yang menjadi perhatian karena mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pentingnya penanganan jalan perbatasan tidak lepas dari tingginya mobilitas warga yang beraktivitas lintas daerah. Banyak warga yang tinggal di luar Kota Serang namun bekerja atau bersekolah di dalam kota, begitu pula sebaliknya.
“Mobilitas masyarakat tidak hanya di dalam kota. Ada yang sekolah di Kota Serang tapi tinggal di luar, atau bekerja di luar daerah. Maka akses perbatasan ini sangat penting,” jelasnya.
Menurut Iwan, saat ini kondisi jalan rusak di Kota Serang masih berada di kisaran 12 persen. Pemkot menargetkan perbaikan dilakukan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan berada dalam kondisi baik.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Serang tetap optimistis program pembangunan dapat berjalan maksimal melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD kota, tapi juga didukung provinsi dan pusat,” katanya.
Ia juga memastikan pengerjaan proyek dilakukan secara bertahap. Jika tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran, pembangunan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, termasuk hingga 2027.
Pemkot Serang pun telah menyiapkan perencanaan teknis untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang belum tuntas, dengan harapan konektivitas antarwilayah semakin baik dan aktivitas masyarakat semakin lancar.
Reporter: Aldi Alpian Indra











