CISOKA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) LPK & SMK Gyokai Kompeten Indonesia terus memperkuat pola pendidikan berbasis kebutuhan dunia usaha. Model ini dinilai efektif karena peserta didik langsung menjalani praktik kerja di perusahaan mitra sejak masa sekolah.
CEO LPK dan SMK Gyokai Kompeten Indonesia Teguh Imam Pambudi mengatakan, sistem yang diterapkan Gyokai berbeda dengan pelatihan kerja pada umumnya. Menurutnya, porsi pembelajaran di Gyokai lebih dominan pada praktik langsung di industri melalui program pemagangan.
“Di sini anak-anak tidak hanya belajar teori. Mereka langsung praktik kerja di industri melalui program magang. Mereka betul-betul merasakan suasana kerja di pabrik,” katanya, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sejak program berjalan pada 2017, Gyokai telah melatih lebih dari 20 ribu peserta didik. Seluruh proses pelatihan, termasuk pembiayaan pendidikan, ditanggung oleh industri mitra.
“Kalau BLK dibiayai pemerintah, di Gyokai ini biaya pelatihan ditanggung industri. Ini efisien untuk pemerintah, karena industri mau melatih sendiri sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Saat ini, Gyokai tercatat telah bermitra dengan sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor manufaktur, termasuk industri alas kaki. Teguh menyebut, kurikulum praktik yang diterapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri, bahkan pengajarnya berasal dari kalangan praktisi perusahaan.
“Kurikulum praktik dari industri, pengajarnya juga orang industri. Jadi setelah lulus, mereka langsung siap kerja,” katanya.(*)








