KOTATANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID-Warga bisa menikmati indahnya sungai Cisadane dengan naik kapal wisata Katamaran Bumi Pertiwi. Bayarnya, bisa pakai sampah seperti botol plastik, minyak jelantah dan lainnya. Cukup dengan membayar pakai 5 botol plastik, warga diajak menyusuri sungai Cisadane dengan kapal wisata.
Di mana selama perjalanan, tim edukator akan memberikan informasi penting mengenai ekosistem sungai, bahaya pencemaran hingga cara-cara efektif dalam mengelola limbah rumah tangga. Kapal wisata ini milik Yayasan Jaringan Aktivisi Lingkungan Hidup Indonesia (Jalhi Lestari) bekerja sama dengan Pemkot Tangerang.
Program ini mengajak masyarakat untuk menukarkan sampah botol plastik dan minyak jelantah dengan tiket wisata naik kapal Katamaran di sungai Cisadane yang berlokasi di Dermaga KBP Pasar Baru, Jalan Berhias, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang
Inovasi ini diapreasiasi Wali Kota Tangerang Sachrudin. Ia menyampakan Pemkot Tangerang siap berkolaborasi dengan komunitas, yayasan, swasta dan masyarakat lainnya untuk membangun Kota Tangerang. Sachrudin mendukung penuh yayasan Jalhi Lestari yang telah berinovasi memberikan wahana baru berwisata menyusuri sungan Cisadane.
“Apalagi bayarnya pakai sampah. Ini terobosan bagus dari masyarakat, selain menghadirkan wisata baru, juga mengolah dan mengurangi sampah,” ujarnya usai meresmikan Inovasi Hijau Berkelanjutan (Green Innovation Sustainable) hasil kolaborasi Pemkot Tangerang dan Yayasan Jalhi Lestari.
“Harapannya, masyarakat semakin peduli lingkungan, memilah sampah secara mandiri, dan bersama-sama mewujudkan Kota Tangerang yang bersih. Ibarat rumah sendiri, tentu tidak ada seorang pun yang ingin sampah berserakan,” tambah Sachrudin. Menurutnya, program ini adalah langkah nyata dalam mengatasi tantangan lingkungan, terutama pencemaran di sungai, sambil memberikan edukasi yang menyenangkan kepada masyarakat.
“Ini adalah inovasi hijau dari Jalgi Lestari. Sampah bisa ditukarkan dengan tiket pariwisata menyusuri sungai Cisadane. Sangat luar biasa terobosannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk membangun kebersamaan dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan kota yang dianggap sebagai rumah kita bersama.
INOVASI YAYASAN JALHI LESTARI
“Selain itu, ada juga opsi untuk sedekah sampah yang hasilnya akan didonasikan untuk rakyat Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa sampah pun bisa menjadi potensi bernilai sosial,” jelasnya. Ketua Umum Yayasan Jaringan Aktivisi Lingkungan Hidup Indonesia Herman Felani menjelaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari komunikasi perubahan perilaku. “Harapannya, sampah menjadi bernilai dan masyarakat bisa memilah sampah dengan baik. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
“Rute perjalanan wisata ini dimulai dari Dermaga Pasar Baru hingga Saung Manfaat Cisadane, dengan durasi perjalanan sekitar satu jam, wisata ini akan dijadwalkan dua kali dalam sebulan, setiap Sabtu dan Minggu,” terangnya. “Kami ingin membuktikan bahwa menjaga alam bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan,” terangnya.
“Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini juga memperkuat sinergi antara komunitas lingkungan, pemerintah dan masyarakat dalam upaya bersama menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutur Herman Felani. (adv)











