TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten melakukan pemantauan intensif terhadap kesiapan fasilitas Asrama Haji Banten. Menjelang masuknya jemaah kloter pertama, meski fasilitas di asrama dinilai sudah cukup mumpuni, faktor kebersihan lingkungan dan estetika masih menjadi catatan serius.
Ketua Tim Kerja BKK Kelas I Banten, Endang Syarifatul Anwar mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan sementara, pihaknya masih menemukan kondisi lingkungan yang kurang tertata di area asrama.
Endang bersama timnya menyoroti adanya sampah yang masih berserakan di beberapa titik serta sisa-sisa material pembangunan yang belum dibersihkan. Mengingat jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk pada 21 April, percepatan pembersihan menjadi hal yang mendesak.
“Kami masih dapatkan sampah berserakan di beberapa titik. Karena saat ini masih ada proses pembangunan, kami tadi sudah meminta agar material seperti gundukan pasir dan papan bekas segera dibersihkan. Secara estetika, itu sangat mengganggu pemandangan,” ujar Endang saat ditemui di lokasi, Senin, 20 April 2026.
Selain masalah material bangunan, sektor kebersihan interior gedung juga tidak luput dari pemeriksaan. Endang menekankan agar pengelola memastikan kebersihan lantai di titik-titik kumpul jemaah.
“Secara umum sudah cukup dan siap digunakan, yang menjadi catatan kami lainnya kondisi lantai yang berdebu dan tampak belum dibersihkan secara maksimal, terutama di gedung aula,” ujarnya.
Meski demikian, BKK Kelas I Banten mendorong pihak pihak pengelola, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) Banten untuk lebih proaktif memperhatikan sanitasi lingkungan di tengah proses penyempurnaan infrastruktur asrama. Ia juga meminta perhatian khusus pada titik-titik yang akan dilalui jemaah.
“Kami meminta pengelola untuk memperhatikan kebersihan lingkungan di area asrama, terutama di lokasi-lokasi krusial. Proses pembangunan jalur bus dan persiapan lainnya tidak boleh mengabaikan standar kebersihan bagi para jemaah,” tegas Endang.(*)











