Ironisnya lagi, tambah Sri Panggung, sampai saat ini Perumda NKR belum menyetorkan PAD tahun 2024. Padahal seluruh BUMD sudah menyetorkan ke kas daerah. “Alasannya menunggu kewenangan KPM,” tandas wanita berhijab ini.
Usai RDP, wartawan berusaha meminta tanggapan Finny. Namun Finny enggan berkomentar dan menyerahkannya kepada Direktur Operasi Ashari Asmat. Kepada wartawan membenarkan, bahwa RDP kali ini menyoal tentang minimnya sumbangsih PAD Perumda Pasar NKR ke ke kas daerah. Ashari mengatakan, total laba bersih yang berhasil diraih harus dibagi-bagi kebebrapa pos seperti dialokasikan untuk CSR, cadangan modal dan lain sebagainya.
“Tapi kalo misalkan KPM (Bupati) kemudian minta lebih dari segitu (Rp 400 juta), ya kita kasih (upayakan),” terangnya.
BACA JUGA: Dirut Perumda Pasar Siapkan Pengacara, Hadapi Laporan Pedagang Pasar Kutabumi
Ashari mencontohkan, instansinya itu menyumbang Rp120 juta ke kas daerah dari total jumlah seluruhnya sekitar Rp140 juta.











