SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Siapa bilang bangun usaha harus nunggu punya modal besar? Di Seminar Nasional Prodi Manajemen UNPAM Kampus Serang, Sabtu 7 November 2026, ratusan mahasiswa justru diajak membalik logika itu: peluang usaha lahir dari cara berpikir, bukan dari isi dompet.
Mengusung tema “Seni Berpikir Kreatif: Kunci Utama Membaca Peluang Usaha dari Nol”, seminar yang digelar di Aula Gedung A Lantai 1 UNPAM Kampus Serang ini berlangsung luring dan daring.
Ketua Seminar Nasional, Ade Ridwan, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang bukan sekadar kuliah umum. Tapi jadi ruang bagi mahasiswa untuk berani melihat masalah di sekitar sebagai peluang.
“Keberhasilan menemukan peluang usaha sering kali berawal dari kemampuan melihat persoalan di sekitar, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi melalui kreativitas dan inovasi,” katanya.
Ia menjelaskan, seminar ini menghadirkan dua sosok yang saling melengkapi. Pertama, M. Irfan, Founder Indonesia Muda Preneur. Ia membakar semangat mahasiswa untuk tidak sekadar jadi konsumen inovasi, tapi jadi pencipta ide. Menurutnya, berpikir kreatif bukan cuma soal ide yang beda, tapi bagaimana ide itu diolah jadi sesuatu yang punya manfaat, nilai tambah, dan potensi ekonomi.
Kedua, Bambang Permadi, Direktur PT Rumah Berkah Wisata. Jika Irfan bicara soal mindset, Bambang bicara soal realita di lapangan. Bagaimana membaca pasar, menyusun strategi, mengelola sumber daya, hingga menjaga bisnis tetap hidup.
Kombinasi keduanya membuat peserta tidak hanya dapat teori, tapi juga gambaran nyata jatuh-bangunnya menjalankan usaha.
Ade menuturkan, pesan paling kuat yang dibawa pulang peserta, ywitu peluang usaha itu ada di mana-mana. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi digital, kebutuhan masyarakat, hingga persoalan sederhana di lingkungan sekitar bisa jadi sumber inspirasi produk dan layanan.
Mahasiswa sebagai generasi muda punya modal besar: melek teknologi, kreatif, dan adaptif. Yang sering kurang hanya satu, keberanian untuk memulai.
“Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen dari berbagai inovasi, tetapi juga menjadi pencipta ide dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Ade.
Membangun bisnis, kata para narasumber, bukan semata-mata soal menjual produk. Tapi soal menciptakan nilai, membangun kepercayaan pelanggan, dan menghadirkan solusi yang relevan.
Bagi Prodi Manajemen UNPAM Kampus Serang, seminar ini adalah bagian dari membangun ekosistem kewirausahaan. Tujuannya jelas: mahasiswa tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja.
Dengan kemampuan berpikir inovatif, keberanian mencoba, dan kemauan terus belajar, ide sederhana bisa berubah jadi karya, peluang bisa berubah jadi usaha, dan potensi bisa berubah jadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, seni berpikir kreatif bukan hanya keterampilan menemukan peluang, tapi juga cara pandang menghadapi perubahan. (*)











