SDN Panongan 1 Dorong Minat Baca Siswa, Biasakan Membaca Buku Sejak Dini

BACA BUKU : Siswa SDN Panongan 1, membaca buku sebagai salah satu kebiasaan untuk membaca buku dan juga mengurangi menggunakan handphone. Randy/Bantenekspres.co.id

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Panongan 1 terus mendorong peningkatan minat baca di kalangan siswa. Upaya tersebut dilakukan untuk membiasakan peserta didik agar lebih gemar membaca buku dan tidak terlalu bergantung pada penggunaan handphone, terutama untuk bermain game maupun menonton video di media sosial.

Pihak sekolah menilai, kebiasaan membaca buku perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Pasalnya, membaca menjadi salah satu cara penting untuk menambah wawasan, memperkaya pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan daya ingat siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Panongan 1 Sarmin mengatakan, perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Banyak anak lebih tertarik menghabiskan waktu dengan handphone dibandingkan membaca buku. Penggunaan handphone yang tidak terkontrol, khususnya hanya untuk bermain game dan menonton video, dapat membuat siswa kurang terbiasa memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Kami terus mengajak anak-anak untuk meningkatkan minat baca. Sekarang ini memang banyak anak yang lebih tertarik bermain handphone, bermain game atau menonton video di media sosial. Padahal, sebagai pelajar, mereka harus lebih banyak mendapatkan pengetahuan melalui membaca buku,” ujar Sarmin kepada Banteneskpres.co.id, Selasa 3 November 2026.

Ia menjelaskan, untuk membangun kebiasaan tersebut, sekolah berupaya menghadirkan kegiatan membaca bersama. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mengenal buku, membaca secara rutin, serta menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.

“Kami mencoba membiasakan anak-anak membaca bersama. Dengan begitu, mereka bisa belajar bahwa membaca bukan hanya karena ada tugas dari guru, tetapi merupakan kebutuhan untuk menambah ilmu pengetahuan. Kalau sudah terbiasa, diharapkan mereka akan memiliki kesadaran sendiri untuk membaca,” jelasnya.

Sarmin menambahkan, membaca buku memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain menambah perbendaharaan kata dan wawasan, kegiatan membaca juga dapat melatih konsentrasi, meningkatkan daya ingat, serta membantu siswa memahami berbagai hal yang sebelumnya belum mereka ketahui.

“Kami berharap orangtua juga ikut membantu membiasakan anak membaca di rumah. Salah satunya dengan menyediakan buku bacaan yang sesuai dengan usia mereka. Jangan sampai anak lebih sering diberikan handphone untuk mengisi waktu luang, sementara buku justru kurang diperkenalkan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa anak usia sekolah dasar masih membutuhkan pendampingan dalam menggunakan teknologi. Orangtua perlu mengarahkan anak agar dapat memanfaatkan perangkat digital secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai kegiatan utama sehari-hari.

“Anak-anak usia SD masih dalam tahap perkembangan dan membutuhkan banyak asupan pengetahuan. Karena itu, buku harus tetap menjadi salah satu sumber belajar utama mereka. Kami ingin anak-anak lebih dekat dengan buku, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan senang mencari pengetahuan baru,” tuturnya.

Sarmin berharap, melalui pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, para siswa SDN Panongan 1 dapat tumbuh menjadi generasi yang gemar belajar, memiliki wawasan luas, serta mampu memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif.

“Kami ingin budaya membaca ini terus tumbuh, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Kalau sekolah dan orangtua sama-sama mendukung, kami optimistis minat baca anak-anak bisa meningkat dan menjadi kebiasaan baik sampai mereka dewasa,” pungkasnya. (*)

Pos terkait