CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel mengusulkan penambahan 10 unit rumah dalam program perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) pada 2026.
Usulan penambahan tersebut diajukan melalui APBD Perubahan 2026. Namun, rencana tersebut hingga kini belum mendapat persetujuan DPRD Kota Tangsel sehingga jumlah tambahan rumah maupun lokasi pelaksanaannya masih belum ditetapkan.
Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, usulan penambahan tersebut masih dalam proses pembahasan. Pihaknya belum dapat memastikan lokasi 10 rumah yang diusulkan untuk mendapat perbaikan.
“Belum ketok palu. Belum,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 22 September 2026.
Aries menambahkan, selain penambahan program pada 2026, Disperkimta juga menyiapkan program RUTLH untuk tahun depan. Kebutuhan masyarakat terhadap program bedah rumah dinilai masih cukup tinggi, terlihat dari banyaknya usulan yang telah dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Aries mengatakan, berdasarkan data sementara, jumlah usulan program bedah rumah untuk 2027 diproyeksikan mencapai sekitar 400 unit. Namun, jumlah tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi angka final.
“Kita lanjutkan Januari. Ya, 400 lah,” tambahnya.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan realisasi program RUTLH pada 2026 yang saat ini mencapai 329 unit. Menurut Aries, tingginya jumlah usulan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan rumah tidak layak huni masih cukup besar.
“Banyak dong. Sesuai dari Musrenbang, data-data dari Musrenbang sudah terkumpul banyak,” jelasnya.
Sejumlah wilayah juga tercatat memiliki banyak usulan, di antaranya Kecamatan Setu, Pamulang, dan Pondok Aren. Seluruh usulan tersebut nantinya akan melalui proses pendataan dan verifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima program.
Program RUTLH menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pada 2025, sebanyak 386 unit rumah tidak layak huni ditangani melalui program tersebut.
Sementara pada 2026, Disperkimta telah memperbaiki 329 unit rumah. Program RUTLH di Kota Tangsel sendiri telah berjalan sejak 2017, dengan rincian 206 unit pada 2017, 151 unit pada 2018, 205 unit pada 2019, 205 unit pada 2020, 198 unit pada 2021, 200 unit pada 2022, dan 345 unit pada 2023.
“Pemerintah daerah memastikan program perbaikan RUTLH akan terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, program ini diharapkan menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” tutupnya. (*)











