JAYANTI, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Pasir Gintung terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta didik. Salah satunya melalui kegiatan belajar sambil bermain dengan mengajak siswa mempraktikkan langsung cara membuat jus dari berbagai jenis buah.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi siswa, tetapi juga bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan beragam jenis buah sekaligus memahami manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Dalam kegiatan praktik tersebut, siswa diajak mengenal buah-buahan, mempersiapkan bahan, hingga mengolahnya menjadi minuman jus yang segar. Sambil melakukan praktik, guru juga memberikan penjelasan mengenai kandungan nutrisi serta manfaat buah bagi tubuh.
Kepala SDN Pasir Gintung Yati Nurhayati mengatakan, kegiatan belajar melalui praktik langsung menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Sebab, anak-anak tidak hanya menerima materi melalui penjelasan guru, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada anak-anak. Mereka tidak hanya duduk di dalam kelas mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan praktik. Dengan begitu, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 8 November 2026.
Menurut Yati, selama ini sebagian siswa sudah mengenal berbagai macam buah, seperti jeruk, mangga, jambu, pisang dan buah lainnya. Namun, belum semua siswa mengetahui kandungan serta manfaat dari masing-masing buah tersebut bagi kesehatan tubuh. Melalui praktik membuat jus buah, siswa sekaligus diberikan wawasan mengenai pentingnya mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“Anak-anak sebenarnya sudah mengetahui banyak jenis buah, tetapi belum tentu mereka memahami apa manfaatnya bagi tubuh. Misalnya, buah jeruk yang dikenal mengandung vitamin C, pisang yang memiliki kandungan kalium, serta buah-buahan lainnya yang mempunyai manfaat berbeda-beda. Nah, melalui kegiatan ini, kami ingin mereka mengenal buah tidak hanya dari bentuk dan rasanya, tetapi juga mengetahui kandungan dan manfaatnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Bahkan, keterampilan membuat jus buah yang diperoleh di sekolah bisa kembali dipraktikkan siswa ketika berada di rumah bersama orang tua.
“Kami berharap apa yang dipelajari di sekolah tidak berhenti sampai di sini saja. Anak-anak bisa mencoba kembali membuat jus buah di rumah dengan didampingi orang tua. Selain menambah pengalaman, mereka juga bisa mengajak keluarga untuk membiasakan mengonsumsi buah-buahan,” ungkapnya.
Yati menegaskan, sekolah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan pembelajaran kreatif dan inovatif agar siswa semakin antusias mengikuti proses belajar mengajar. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu memberikan keterampilan praktis dan membangun kebiasaan positif sejak usia dini.
“Yang terpenting, anak-anak merasa senang ketika belajar, berani mencoba sesuatu yang baru, serta mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin pembelajaran di sekolah benar-benar memberikan manfaat dan pengalaman bagi mereka,” pungkasnya. (*)











