Masker Mulai Langka, Pemkab Tangerang Diminta Distribusikan Masker ke Masyarakat

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, saat diwawancarai terkait kelangkaan masker di Kantor DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (7/9).

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID –
Ketersediaan masker mulai sulit didapatkan di wilayah Kabupaten Tangerang, usai tingginya permintaan masyarakat akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait mengambil langkah untuk membantu masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satunya dengan mendistribusikan masker ke sejumlah titik yang tingkat paparan abu vulkaniknya cukup tinggi.

“Nanti mungkin dari Pemda bisa, dari Pemda melalui Dinas Kesehatan, melalui dinas terkait, ini bisa mendistribusikan masker-masker di titik-titik yang cukup pekat abu vulkaniknya,” tuturnya, Senin 7 September 2026.

Amud menegaskan, penanganan paparan abu vulkanik membutuhkan kewaspadaan bersama. Masyarakat dapat melakukan perlindungan secara mandiri, mulai dari penggunaan masker hingga memastikan ventilasi rumah terlindungi.

Sebelumnya, masker anak mulai sulit ditemukan di sejumlah gerai Alfamart dan apotek di wilayah Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut disebabkan tingginya permintaan masyarakat akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Salah seorang penjaga Apotek Diva Farma, Eli mengatakan permintaan masyarakat terhadap masker meningkat sejak kemarin.

“Cukup banyak masyarakat yang datang dan menanyakan masker. Stok kita paling cuma ada delapan atau 10 box, sekarang udah abis,” ujar Eli saat ditemui di Apotek, Senin 7 September 2026.

Eli menyebut harga masker medis yang ia jual berada di kisaran Rp25.000 per kotak. “Belum ada (kenaikan), karena itu masih stok lama kita juga,” katanya.

Eli menuturkan, belum dapat memastikan kapan pasokan masker berikutnya akan datang. Kondisi stok masker yang kosong atau sulit diperoleh bukan pertama kali terjadi. Namun, kelangkaan dalam jumlah yang cukup besar terakhir kali terjadi pada masa pandemi CCovid-19. “Yang terakhir ya Covid aja sih,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga ditemukan di salah satu gerai Alfamart di kawasan Tigaraksa. Seorang pegawai, Rina mengatakan masker anak menjadi jenis yang paling banyak ditanyakan pembeli.

Rina mengatakan, stok masker anak habis sejak hari pertama paparan abu vulkanik di Kabupaten Tangerang.

“Ramai yang nanyain, tapi yang nanya banyak yang nanyain masker anak, stoknya udah kosong dari kemaren,” kata Rina. (*)

 

 

Pos terkait