TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Penghentian sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penumpang harus mengalami penundaan perjalanan hingga berhari-hari.
Salah seorang penumpang, Arwinhr, mengaku sudah tiga kali mengalami perubahan jadwal penerbangan sejak meninggalkan Batam pada 5 September 2026. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju Makassar yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat justru harus tertunda hingga beberapa hari.
“Saya dari Batam tanggal 5 malam. Sekarang sudah dua kali reschedule. Harusnya sampai Makassar tanggal 6, sekarang reschedule lagi ke tanggal 8,” ujarnya saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Senin (7/9).
Arwinhr mengatakan, perubahan jadwal penerbangan tersebut membuat dirinya harus kembali mencari tempat menginap sembari menunggu kepastian keberangkatan.
“Bayangkan, tanggal 5, 6, 7, 8. Sudah tiga kali malah,” katanya.
Meski kecewa dengan kondisi tersebut, Arwinhr memahami penghentian penerbangan dilakukan demi keselamatan penumpang menyusul aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Namun, ia berharap pengelola bandara dan maskapai dapat memberikan perhatian lebih kepada penumpang yang terdampak, khususnya mereka yang harus menunggu dalam waktu lama di tengah ketidakpastian jadwal.
“Ya mudah-mudahan pengelola bandara dengan maskapai, minimal siapkan air mineral untuk orang yang antre. Kasihan orang-orang tua,” ungkapnya.
Selain kebutuhan dasar, ia juga meminta petugas meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada penumpang selama kondisi darurat. Menurutnya, keramahan petugas dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan penumpang yang harus menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari.
“Kalau yang lain kita juga tidak menuntut banyak, karena kita tahu ini bencana. Tetapi lebih 3S, senyum, sapa, salam. Lebih dari itu saja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan pilihan tempat menginap di sekitar bandara. Penumpang yang penerbangannya tertunda, kata dia, harus mencari hotel di luar kawasan bandara untuk beristirahat sambil menunggu informasi terbaru dari maskapai.
Sementara itu, kondisi Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (7/9) terpantau lebih sepi dibandingkan kondisi normal. Sejumlah calon penumpang yang terdampak pembatalan dan penjadwalan ulang memilih meninggalkan area terminal dan menunggu informasi dari maskapai.
Penghentian operasional penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan hingga pukul 08.59 WIB kembali diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Penumpang terdampak diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara terkait perkembangan jadwal penerbangan sebelum kembali menuju terminal. (*)









