Kecamatan Balaraja Ajak Orangtua Peduli Gizi Anak, Cegah Stunting Sejak Dini

PEDULI: Kecamatan Balaraja ajak orangtua perduli terhadap gizi anak untuk mencegah stunting. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orangtua, untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak sebagai langkah pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Camat Balaraja Willy Patria mengatakan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Orangtua memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan bergizi dan asupan vitamin yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan.

Bacaan Lainnya

“Gizi anak harus menjadi perhatian utama orangtua. Jangan sampai kebutuhan gizi anak terabaikan karena dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ujar Willy.

Menurutnya, pemenuhan gizi tidak harus selalu dengan makanan yang mahal. Yang terpenting adalah makanan yang diberikan kepada anak memiliki kandungan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan usianya.

“Orangtua harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Pastikan ada makanan yang bergizi, cukup protein, vitamin, serta kebutuhan nutrisi lainnya,” katanya.

Willy menambahkan, pola asuh dan pola makan yang baik perlu diterapkan sejak anak masih dalam masa pertumbuhan. Orangtua juga diharapkan tidak hanya memperhatikan kondisi anak ketika terlihat sakit, tetapi melakukan pemantauan kesehatan secara rutin.

“Jangan menunggu anak sakit baru dibawa untuk diperiksa. Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan pertumbuhan anak,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para orangtua untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia di wilayah Kecamatan Balaraja, termasuk Puskesmas dan Posyandu. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat masalah gizi.

“Kalau dilakukan pemeriksaan secara rutin, kondisi anak bisa dipantau. Apabila ada indikasi masalah pertumbuhan atau kekurangan gizi, bisa segera mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan,” ungkap Willy.

Menurut Willy, upaya mencegah stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, lingkungan masyarakat hingga keluarga harus memiliki kepedulian yang sama terhadap tumbuh kembang anak.

“Pemerintah tentu terus berupaya menekan angka stunting, tetapi keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada peran keluarga. Orangtua adalah pihak yang paling dekat dengan anak,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat Balaraja semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Balaraja untuk bersama-sama peduli terhadap gizi anak. Pastikan anak mendapatkan makanan yang baik, vitamin sesuai kebutuhannya, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata Willy.

Willy juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan adanya masalah pada pertumbuhan maupun kondisi kesehatan anak.

“Kalau orangtua memiliki kekhawatiran mengenai pertumbuhan anak, silakan datang ke Puskesmas. Jangan mencari informasi sendiri tanpa memastikan kondisi anak kepada tenaga kesehatan,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran orangtua terhadap pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan anak, Kecamatan Balaraja berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah Balaraja, dapat semakin optimal.

“Yang paling penting adalah kepedulian kita bersama. Anak-anak merupakan generasi penerus, sehingga kesehatan dan pemenuhan gizinya harus kita jaga sejak dini,” pungkasnya. (*)

 

 

Pos terkait