CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang tertarik mengadopsi inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang diterapkan Pemkot Tangsel, khususnya layanan pengambilan dokumen KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA) melalui ojek online (ojol).
Ketertarikan tersebut disampaikan saat rombongan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang melakukan kunjungan ke Dukcapil Kota Tangsel, Kamis, 3 September 2026.
Rombongan dipimpin Kepala Disdukcapil Kota Tangerang R. Rizal Ridolloh bersama sejumlah kepala bidang dan diterima oleh Kepala Dukcapil Kota Tangsel Cahyadi.
Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Cahyadi mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai ajang berbagi pengalaman dan menambah wawasan terkait inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan masing-masing daerah.
Dalam pertemuan tersebut, layanan pengambilan KTP dan KIA melalui ojol menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian. “Melalui layanan ini masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor pelayanan hanya untuk mengambil dokumen yang telah selesai,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 3 September 2026.
Cahyadi menambahkan, masyarakat cukup mengakses layanan melalui perangkat telepon seluler, kemudian dokumen KTP atau KIA dapat diambil oleh pengemudi ojol untuk selanjutnya diantarkan kepada pemohon.
“Pada prinsipnya masyarakat dapat mengakses layanan, menyampaikan atau mengambil dokumen KTP-KIA itu lewat ojol,” tambahnya.
Menurutnya, inovasi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor pelayanan. Konsepnya dibuat lebih praktis, seperti menggunakan layanan pesan-antar.
“Lebih praktis, sangat lebih praktis, karena tidak semua orang punya waktu untuk sekadar mengambil KTP ke sini ataupun ke manapun. Dengan handphone di tangan, dia bisa di manapun mendapatkan pelayanan,” jelasnya.
Layanan tersebut juga dinilai cukup membantu mengurangi antrean di lokasi pelayanan. Dalam sehari, pengambilan dokumen melalui layanan online tersebut bahkan dapat mencapai sekitar 100 dokumen.
Saat ini, layanan pengambilan melalui ojol tersebut baru diterapkan untuk dokumen KTP dan KIA. Sementara Kota Tangerang masih mempelajari mekanisme layanan tersebut dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkannya.
“Mereka tertarik melihat pelayanan ojol ini. Mereka juga akan menduplikasi pelayanan ojol kita,” tuturnya.
Selain layanan ojol, diskusi antara kedua daerah juga membahas upaya mengurangi antrean masyarakat dengan memanfaatkan layanan daring serta memperbanyak titik pelayanan.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi kedua daerah untuk saling berbagi inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tutupnya (*)
Reporter : Tri Budi
Caption : Tags:










