TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Turidi Susanto, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan tinggi dengan memfasilitasi program beasiswa sekaligus mengoptimalkan serapan tenaga kerja lokal bagi lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang.
Hal tersebut disampaikannya guna mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta kesejahteraan warga Kota Tangerang.
Politisi dari Fraksi Gerindra ini menyoroti perlunya perhatian serius terhadap kampus-kampus lokal melalui program bantuan beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswi berprestasi maupun dari kalangan kurang mampu yang merupakan warga Kota Tangerang.
“Pemerintah daerah harus punya perhatian pada kampus yang ada di Kota Tangerang, khususnya kaitan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswi,” ujar Turidi usai menghadiri acara Wisuda Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Diploma III Kebidanan, Institut Asyifa Indonesia, di dPrima Hotel, Tangerang, Kamis, 3 September 2026.
Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif untuk menjadikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa skala prioritas. Langkah ini dinilai penting untuk memberdayakan warga sekaligus memajukan perguruan tinggi swasta maupun negeri.
Turidi juga mendorong agar pihak perguruan tinggi di Kota Tangerang lebih proaktif atau “jemput bola” dalam memanfaatkan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi anggota dewan. Menurutnya, terdapat 10 anggota DPR RI se-Tangerang Raya dari berbagai partai yang bisa diajak bekerja sama melalui surat permohonan bantuan bagi mahasiswa dari kalangan tidak mampu.
Selain itu, dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Sosial juga harus terus digalakkan. Pihaknya ingin memastikan bahwa keberpihakan anggaran tidak hanya berfokus pada kampus dari luar daerah, melainkan juga memajukan kampus-kampus mandiri di dalam kota sendiri.
Selain sektor pendidikan, isu krusial lain yang menjadi sorotan adalah serapan tenaga kerja bagi lulusan baru (fresh graduate), khususnya di bidang kesehatan. Turidi meminta Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk memfasilitasi penyaluran lulusan kampus kesehatan lokal ke puluhan fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Kita ada punya 43 rumah sakit di Kota Tangerang. Kita mendorong supaya lulusan kampus di Kota Tangerang khususnya jurusan di bidang kesehatan dapat diserap tenaga kerjanya oleh pihak rumah sakit di sini,” tegas Turidi.
Mengingat regulasi saat ini pemerintah daerah tidak bisa lagi menerima Tenaga Harian Lepas (THL) karena telah beralih ke skema PPPK penuh waktu dan paruh waktu, DPRD menawarkan solusi alternatif. Pemerintah dapat memfasilitasi penyaluran tenaga kerja melalui mekanisme outsourcing atau kerja sama yayasan untuk mengisi kekosongan akibat pegawai yang pensiun atau diberhentikan.
“Jadi melalui outsourcing atau yayasan mungkin ini juga bisa difasilitasi pemerintah daerah bagi mereka lulusan perguruan tinggi khususnya di bidang kesehatan yang ada di kampus di Kota Tangerang,” ujarnya.
Ia berharap, program penyerapan tenaga kerja seperti “Gampang Kerja” yang diusung Wali kota Tangerang dapat diimplementasikan secara konkret dengan memberikan rekomendasi dan prioritas rekrutmen bagi lulusan kampus di Kota Tangerang.
“Kami dari DPRD terus mendorong bagaimana pengembangan kemajuan di dunia kesehatan ini menjadi landasan penting buat Kota Tangerang,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz





