RSUD Tigaraksa Edukasi Pengunjung tentang Halitosis, Bau Mulut Tak Boleh Diabaikan

 

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa kembali menggelar penyuluhan kesehatan bagi para pengunjung di Ruang Tunggu Pendaftaran. Kali ini, edukasi kesehatan yang diberikan mengangkat tema halitosis atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai bau mulut.

Bacaan Lainnya

Penyuluhan disampaikan oleh Dokter Gigi RSUD Tigaraksa, drg. Apriana Nofita S. Dalam kegiatan tersebut, para pengunjung mendapatkan pemahaman mengenai halitosis, berbagai faktor yang dapat memicu bau mulut, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi maupun mulut.

Apriana mengatakan, bau mulut merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dialami masyarakat. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut.

“Halitosis atau bau mulut merupakan kondisi yang cukup sering kita temui. Banyak orang menganggapnya hanya sebagai masalah penampilan atau mengganggu kepercayaan diri, padahal bau mulut juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 15 September 2026.

Ia menjelaskan, kebersihan rongga mulut menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk mencegah munculnya bau mulut.

“Menjaga kebersihan gigi dan mulut harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Bukan hanya menyikat gigi, tetapi juga perlu memperhatikan kebersihan lidah dan bagian-bagian lain di dalam rongga mulut,” katanya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa kondisi mulut yang kurang bersih dapat menjadi salah satu pemicu munculnya bau tidak sedap.

“Kalau kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga dengan baik, sisa makanan dan bakteri dapat berkembang di dalam rongga mulut. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya bau mulut,” jelasnya.

Selain faktor kebersihan mulut, lanjut drg. Apriana, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

“Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Karena itu, kita mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut, bukan hanya ketika sudah muncul keluhan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan gigi secara rutin juga penting dilakukan. Dengan pemeriksaan berkala, berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera mendapatkan penanganan.

“Jangan menunggu sampai sakit gigi baru datang ke dokter gigi. Pemeriksaan rutin penting untuk mengetahui apakah ada masalah pada gigi dan mulut yang mungkin belum dirasakan oleh pasien,” tuturnya.

Dalam penyuluhan tersebut, drg. Apriana juga mengajak masyarakat untuk tidak merasa malu ketika mengalami bau mulut. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah mengetahui penyebab dan melakukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

“Kalau seseorang mengalami bau mulut, jangan langsung merasa minder atau malu. Yang paling penting adalah mencari tahu penyebabnya. Apakah karena kebersihan mulut, adanya masalah pada gigi dan gusi, atau ada kondisi lain yang perlu diperiksa,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pengunjung aktif menyimak materi yang disampaikan dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai halitosis, penyebabnya, hingga cara menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Apriana menyambut baik antusiasme tersebut. Menurutnya, penyuluhan kesehatan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka dapat lebih sadar dalam menjaga kesehatan diri.

“Kami senang melihat antusiasme pengunjung. Banyak yang bertanya dan ingin mengetahui lebih jauh mengenai bau mulut. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut, hanya saja membutuhkan informasi yang tepat,” katanya.

Ia berharap, edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara konsisten.

“Kami berharap setelah mengikuti penyuluhan ini, masyarakat bisa lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan gigi, memperhatikan pola makan dan melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait