TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Sebanyak 50 anggota Satuan Karya Pramuka SAR (Sakasar) Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Tangerang mewakili Provinsi Banten dalam kegiatan Kemah Bakti Sakasar yang diikuti tiga provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dipusatkan di wilayah Kota Bekasi dan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026.
Perwakilan Pamong Putra Sakasar Kota Tangerang, Herman, mengatakan keikutsertaan kontingen Kota Tangerang memiliki arti strategis. Sebab, Sakasar di Provinsi Banten saat ini baru dikukuhkan di Kota Tangerang.
Karena itu, Kwarcab Kota Tangerang dipercaya mewakili Provinsi Banten dalam kegiatan berskala regional tersebut.
“Sakasar Kwarcab Kota Tangerang ini mewakili Provinsi Banten untuk mengikuti kegiatan Kemah Bakti Sakasar dengan peserta dari tiga provinsi. Kegiatannya dipusatkan di wilayah Kota Bekasi,” kata Herman.
Ia menjelaskan, total peserta yang mengikuti Kemah Bakti Sakasar mencapai 150 orang. Jumlah tersebut terbagi rata, masing-masing 50 peserta dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
“Kita dari Kota Tangerang mewakili Banten menerjunkan 50 peserta hasil seleksi dari beberapa sekolah di Kota Tangerang,” ujarnya.
Sementara itu, Pamong Putri Sakasar Kota Tangerang, Lestari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelatihan dasar bagi anggota Sakasar yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Potensi (Binpot) Basarnas.
“Adik-adik Sakasar ini mengikuti kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Binpot Basarnas. Tujuannya agar ke depannya mereka bisa tergabung dalam Potensi SAR,” kata Lestari.
Menurutnya, setelah mengikuti perkemahan, para anggota muda Sakasar akan melanjutkan pelatihan intensif selama 72 Jam Pelajaran (JP). Dalam pelatihan tersebut, peserta akan memilih salah satu dari tiga krida yang tersedia dalam Satuan Karya.
Sertifikasi 72 JP tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk meningkatkan kompetensi anggota sebelum dapat dilibatkan dalam kegiatan penanganan kebencanaan di tengah masyarakat di bawah pengawasan Basarnas.
“Tujuannya untuk latihan dasar keahlian tentang SAR dan pembinaan bakti. Di sana juga ada berbagai simulasi kebencanaan yang disiapkan bagi para peserta untuk mengasah keterampilan mereka,” jelasnya.
Lestari menambahkan, momentum kegiatan yang berdekatan dengan peringatan Hari Pramuka menjadi kesempatan untuk membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Menurut dia, semangat para peserta mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Bahkan, seluruh anggota berangkat menuju lokasi menggunakan kereta api dengan biaya pribadi sebagai bentuk kemandirian dan antusiasme mengikuti kegiatan.
“Kebetulan mereka sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Soal keberangkatan kita naik kereta menggunakan biaya pribadi. Karena antusiasme mereka begitu besar untuk kebaikan, kami dari pihak pembimbing tentu tinggal mendukung penuh,” ungkapnya.
Ia berharap tingginya semangat anggota muda Sakasar Kota Tangerang tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Kota Tangerang.
“Dengan melihat semangat adik-adik seperti ini, saya berharap ada dukungan penuh dari instansi terkait, khususnya Pemerintah Kota Tangerang yang membawahi bidang kepemudaan,” pungkas Lestari.
Melalui pembekalan keterampilan, simulasi kebencanaan, serta pelatihan dan sertifikasi lanjutan, anggota Sakasar Kota Tangerang diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan sebagai anggota Pramuka, tetapi juga mampu menjadi generasi muda yang tanggap, mandiri, dan siap membantu masyarakat saat terjadi bencana. (*)











