Pererat Silaturahmi, PB Stress dan Rungkad Gelar Turnamen Badminton

Pererat Silaturahmi, PB Stress dan Rungkad Gelar Turnamen Badminton
Panitia turnamen bulutangkis PB Streas dan PB Rungkad foto bersama sebelum turnamen yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dimulai. Panitia Turnamen For Bantenekspres.co.id

PAMULANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Persatuan Bulutangkis (PB) Solidaritas Terampil Ramah Elok Santun (Stress) dan PB Rungkad berkolaborasi menggelar turnamen badminton dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Turnamen tersebut berlangsung di Lapangan PB Stress, RT 2 RW 20, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Kompetisi digelar mulai 10 Oktober hingga awal Desember 2026.

Bacaan Lainnya

Turnamen mempertandingkan dua level, yakni Level B dan Level C dengan jumlah peserta sekitar 200 orang. Masing-masing level terdiri dari kategori men dan women.

PB Rungkad merupakan klub bulutangkis yang biasa berlatih di Arhat Sport Center, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Sedangkan PB Stress merupakan klub yang bermarkas di lapangan bulutangkis RT 2 RW 20, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

Ketua PB Rungkad, Rivan Hamdani atau Cang Rivan mengatakan, turnamen tersebut digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarpengurus dan pemain PB di wilayah Kota Tangsel dan sekitarnya.

“Turnamen ini kolaborasi antar-PB supaya lebih dekat. Dalam rangka menjalin silaturahmi dan mengundang beberapa PB supaya bisa saling mengenal, lebih dekat, serta membuat PB-PB yang ada di sini lebih dekat,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Cang Rivan menambahkan, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk membangun jalur regulasi yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan turnamen-turnamen berikutnya.

Peserta berasal dari sejumlah wilayah, mulai dari Kota Tangsel, Pondok Petir, Rawakalong, Pamulang hingga Gaplek.

Sedikitnya terdapat sekitar 12 PB yang diundang untuk mengikuti turnamen tersebut. “Jadi kita juga mencari jalur regulasi untuk turnamen-turnamen berikutnya. Ada sekitar 12 PB yang diundang,” tambahnya.

Rivan menjelaskan, turnamen menggunakan sistem setengah kompetisi. Untuk Level C, peserta dibagi dalam grup yang berisi tiga tim. Dengan sistem tersebut, setiap tim mendapat kesempatan bermain dua kali dan berpeluang menjadi juara grup.

Sementara Level B menggunakan format empat tim dalam satu grup. Dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak selanjutnya sebagai juara grup dan runner-up.

Ia menekankan pentingnya sportivitas, khususnya bagi peserta di Level B yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi. Peserta diharapkan tetap bermain secara sportif dan tidak mencari keuntungan dengan sengaja menggunakan jalur walkover (WO) setelah mengalami kekalahan.

“Yang penting sportivitas. Di tingkat yang lebih tinggi, kita ingin semuanya bermain bersama dan menjalin silaturahmi,” jelasnya.

Terkait pembagian level peserta, panitia menggunakan pengalaman dan kemampuan pemain sebagai dasar penyusunan regulasi. Hal itu dilakukan agar pertandingan berlangsung seimbang dan tetap menarik untuk disaksikan.

“Pengalaman saya dan teman-teman membentuk regulasi ini supaya menyeimbangkan. Dalam artian, di lapangan bisa jadi tontonan yang enak, nyaman dan seimbang,” ungkapnya.

Setelah melalui babak penyisihan grup, peserta yang lolos akan melanjutkan ke babak 16 besar, kemudian 8 besar, semifinal dan final. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp7 juta untuk dua kategori.

Cang Rivan berharap, turnamen tersebut dapat meningkatkan sportivitas sekaligus memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pemetaan level pemain kepada para penyelenggara turnamen badminton.

Dengan adanya pemetaan tersebut, penyelenggara turnamen berikutnya diharapkan tidak lagi kesulitan menentukan level peserta. Mereka dapat mengetahui kemampuan pemain dan menempatkannya pada kategori yang sesuai.

“Harapannya kita lebih punya wawasan dan jalur regulasi. Jadi teman-teman yang membuat turnamen tidak bingung menentukan pemain masuk ke level mana. Kita bisa menambah level turnamen,” tuturnya.

Ia menegaskan, hal terpenting dalam kolaborasi tersebut bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjaga sportivitas dan membangun semangat saling mendukung antarpelaku bulutangkis.

“Yang penting satu, sportivitas kita jaga dan saling mendukung satu sama lain,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PB Stress Nawi mengatakan, kolaborasi kedua klub tersebut berawal dari kegiatan latihan bersama yang selama ini dilakukan. Kebersamaan tersebut kemudian dikembangkan melalui penyelenggaraan turnamen badminton.

“Kita sering main bareng. Lalu PB Rungkad sama PB Stress kolaborasi mengadakan turnamen bulutangkis ini,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Bana Nawi ini mengaku, pertandingan bukan semata-mata soal mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpemain dan komunitas bulutangkis.

Ia menilai hasil pertandingan, baik menang maupun kalah, merupakan bagian dari permainan. Hal yang lebih penting adalah kebersamaan dan silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan olahraga.

“Bagus sih, jadi bisa silaturahmi. Menang kalah urusan belakangan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, PB Stress dan PB Rungkad berharap kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat dapat terus berkembang. Turnamen juga diharapkan menjadi agenda yang mampu mempertemukan lebih banyak pecinta bulutangkis sekaligus memperkuat kebersamaan. (*)

Pos terkait