CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PKB, Ahmad Andi Wibowo atau yang akrab disapa Gus Andi.
Menurut Pilar, almarhum bukan hanya rekan dalam pemerintahan, tetapi juga sahabat dekat yang telah dikenalnya sejak lama. Gus Andi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 79 pada Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 14.15 WIB. Almarhum dimakamkan di TPU Al Mizan, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, pada malam harinya.
Pilar mengatakan, dirinya telah menjalin hubungan persahabatan dengan Gus Andi sejak aktif di organisasi Mahasiswa Pancasila (Mapancas). Bahkan, almarhum merupakan kader binaannya dan masih aktif sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mapancas.
“Gus Andi itu sahabat saya. Beliau dulu kader saya di Mahasiswa Pancasila dan sampai sekarang masih menjadi bagian dari keluarga besar Mapancas. Hubungan kami sudah terjalin sangat lama,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pilar menambahkan, komunikasi dengan almarhum berlangsung secara rutin. Setidaknya setiap bulan mereka saling bertukar kabar, berdiskusi, hingga merencanakan pertemuan.
Pilar menceritakan, komunikasi terakhir terjadi saat dirinya sedang menjalani cuti tahunan. Ketika itu, Gus Andi menghubunginya melalui pesan singkat untuk mengajak bertemu sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru DPC PKB Kota Tangsel, di mana almarhum menjabat sebagai sekretaris.
“Saya bilang nanti minggu ini kita jadwalkan bertemu. Tapi ternyata takdir berkata lain. Beliau lebih dulu dipanggil Allah SWT. Saya sangat sedih dan merasa kehilangan seorang sahabat,” tambahnya.
Pilar juga mengaku baru mengetahui dari salah seorang staf DPRD Kota Tangsel bahwa beberapa hari sebelum kecelakaan, Gus Andi sempat menyampaikan keinginan untuk bertemu dan berpamitan.
“Setelah beliau wafat saya baru mendapat cerita kalau Sabtu lalu beliau sempat ingin bertemu dan pamitan. Tentu hal itu membuat saya semakin terharu,” jelasnya.
Di mata Pilar, almarhum merupakan sosok yang tenang, penyabar, dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Selain itu, Gus Andi dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan Kota Tangsel.
”
Beliau orang yang sangat bijaksana, setia kawan, tidak pernah melupakan sahabat-sahabatnya dan sangat peduli kepada masyarakat. Banyak program pemerintah yang beliau dukung, termasuk penataan kawasan Pasar Ciputat dan Roxy,” ungkapnya.
Pilar menilai hubungan baik yang terjalin lintas partai politik antara dirinya dengan almarhum menjadi contoh bahwa membangun Kota Tangsel harus dilakukan bersama tanpa melihat perbedaan politik.
“Persahabatan kami tidak dibatasi partai. Beliau dari PKB, saya dari partai berbeda, tetapi kami selalu bersama untuk kepentingan masyarakat Tangsel. Ini yang patut dicontoh,” tuturnya.
Pilar juga menyempatkan diri bertemu keluarga almarhum untuk memberikan dukungan moril, meskipun tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman. Ia memastikan siap membantu apabila keluarga membutuhkan sesuatu.
“Saya sudah bertemu dengan istri almarhum dan menyampaikan bahwa komunikasi dengan kami akan selalu terbuka. Kalau ada yang bisa kami bantu, silakan disampaikan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal baiknya diterima,” tutupnya. (*)









