SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengajak anak-anak dan para orang tua untuk membiasakan mengonsumsi ikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi dan mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta berprestasi.
Ajakan itu disampaikan Pilar saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel, Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam suasana santai, Pilar berinteraksi langsung dengan ratusan siswa SD yang hadir. Ia menanyakan makanan favorit mereka hingga cita-cita yang ingin diraih saat dewasa.
“Kalau adik-adik ingin menjadi orang sukses, jadi dokter, atlet, pengusaha, atau profesi apa pun, harus rajin belajar, rajin berolahraga, dan makan makanan yang bergizi. Salah satunya makan ikan,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Pilar, pola makan bergizi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak. Ia mengingatkan, anak-anak tidak boleh hanya mengandalkan makanan cepat saji atau sekadar makanan yang membuat kenyang.
“Kalau makannya cuma snack, mi instan, atau makanan yang kurang bergizi, memang kenyang, tetapi belum tentu sehat dan belum tentu membantu perkembangan otak. Makanan bergizi itu penting, salah satunya ikan,” tambahnya.
Ia juga meminta para orang tua memperhatikan asupan gizi anak setiap hari. Menurutnya, konsumsi ikan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan tubuh dalam masa pertumbuhan.
“Kalau di rumah belum ada ikan, minta kepada orang tua supaya ada menu ikan. Minimal seminggu sekali makan ikan agar badan sehat, kuat, dan tumbuh optimal,” jelasnya.
Pilar mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga dipengaruhi kecukupan gizi sejak usia dini. Karena itu, ia berharap kampanye Gemarikan terus digencarkan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
“Saya berharap Dinas Ketahanan Pangan terus membuat program-program strategis dan kampanye kepada masyarakat agar pola pikirnya berubah. Makan itu bukan sekadar kenyang, tetapi juga harus bergizi,” tuturnya.
Ia menambahkan, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan daging sapi, sehingga bisa menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Kita ingin anak-anak Tangsel tumbuh sehat, pintar, dan memiliki daya saing tinggi. Karena itu, konsumsi ikan harus terus didorong di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pilar mengaku, Gemarikan merupakan salah satu upaya strategis Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Konsumsi ikan menjadi alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kegiatan Gemarikan ini memang agenda rutin sebagai kampanye hidup sehat melalui konsumsi ikan. Ikan menjadi salah satu alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, upaya penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga harus dimulai dari pola makan keluarga. Karena itu, masyarakat perlu memastikan menu sehari-hari mengandung gizi seimbang, termasuk protein hewani.
“Bagaimana stunting bisa diatasi kalau masyarakat masih kekurangan protein hewani. Makanya kami mengajak masyarakat menyediakan ikan di meja makan, minimal satu kali sehari untuk anak-anak dan keluarganya,” katanya.
Pilar menilai masih banyak masyarakat yang menganggap makan hanya sebatas mengenyangkan perut, tanpa memperhatikan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. “Kalau ingin menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kebutuhan protein hewani harus terpenuhi. Jangan hanya mengandalkan karbohidrat atau sayuran saja. Daging, ayam, maupun ikan harus menjadi bagian dari pola makan sehari-hari,” jelasnya.
Menurutnya, ikan menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi sehingga dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan protein hewani.
“Ikan mengandung protein, omega-3, dan asam lemak yang sangat baik untuk pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak. Karena itu, saya berharap masyarakat bisa menyediakan ikan setiap hari,” tuturnya.
Pilar menambahkan, pemenuhan gizi juga sangat penting pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. “Kalau ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan asupan gizi yang baik, termasuk protein hewani dari ikan, maka pertumbuhan dan perkembangan anak juga akan jauh lebih baik,” ungkapnya.
Ia mengatakan, Pemkot Tangsel juga terus memperkuat program Posyandu, khususnya melalui Pos Gizi yang memberikan makanan bergizi seimbang kepada ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DKP3 Kota Tangsel Hayati Nur mengatakan, Gemarikan merupakan program nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang bergizi tinggi, aman, dan terjangkau.
Rangkaian acara Gemarikan tidak hanya berisi sosialisasi pentingnya makan ikan, tetapi juga diisi berbagai kegiatan edukatif dan pelayanan kepada masyarakat. “Kegiatan hari ini meliputi sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, penampilan siswa SMPN 11 Tangsel, pelatihan budidaya ikan air tawar dari Kelurahan Jurangmangu Barat, gerakan pangan murah, bazar produk UMKM hasil perikanan dan pertanian, serta cek kesehatan gratis dari Puskesmas Ciater,” ujarnya.
Hayati Nur menambahkan, ikan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Kandungan gizi tersebut bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan anak, menjaga kesehatan ibu hamil, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mencegah berbagai penyakit.
Ia menjelaskan, kegiatan Gemarikan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat konsumsi ikan sehingga mampu mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tambahnya.
Selain mendorong peningkatan konsumsi ikan, Gemarikan juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi produk-produk olahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah.
“Dengan meningkatnya konsumsi ikan, diharapkan kualitas gizi masyarakat semakin baik, prevalensi stunting dapat ditekan, serta lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” tutupnya. (*)
Reporter : Tri Budi











