TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tangerang mendorong restrukturisasi PT Tangerang Nusantara Global (TNG) agar mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan tidak menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dorongan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Restrukturisasi PT TNG: Mengubah Beban Anggaran Menjadi Sumber Pendapatan” di Coffee Terio, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (12/10).
Ketua Cabang PMII Kota Tangerang, Oki Putra Arsilan, mengatakan PT TNG merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang menggunakan modal dari APBD. Karena itu, diperlukan kajian dan strategi yang tepat agar perusahaan mampu menjalankan tujuan utamanya, yakni meningkatkan PAD Kota Tangerang.
“Perlu dirembuk, dianalisis, dan disiapkan strategi yang sangat tepat untuk membahas PT TNG ke depan agar tidak memboroskan anggaran, apalagi menjadi beban APBD Kota Tangerang,” ujar Oki.
Menurutnya, diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, analisis, dan kajian yang dapat menjadi bahan pertimbangan PT TNG dalam menentukan kebijakan serta arah pengembangan usaha ke depan.
Oki juga menyoroti pengelolaan parkir di kawasan pendidikan Cikokol. Ia menyebut PT TNG mengklaim pengelolaan parkir di kawasan tersebut, tetapi penataan dan tata kelolanya dinilai belum maksimal.
“Banyak warga atau mahasiswa yang melaporkan hal seperti itu. Harapannya, ke depan ada sistem yang konstruktif dan terstruktur. Jika kawasan parkir di Cikokol dikelola PT TNG, satu tiket bisa berlaku secara menyeluruh dan kondusif, serta tidak ada lagi pungutan liar,” katanya.
Ia menyarankan PT TNG memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang dan kepolisian untuk menciptakan sistem pengelolaan parkir yang tertib. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk membangun tata kelola usaha yang lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Utama PT TNG, Muhamad Rijal, menyambut baik diskusi yang digelar PMII Kota Tangerang. Ia menilai masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kinerja BUMD agar lebih sehat dan menguntungkan.
“Luar biasa. Waktu saya baru dilantik, saya sampaikan bahwa kegiatan seperti ini memang harus lebih banyak dilakukan oleh BUMD. Apalagi, ini membahas bagaimana mencari solusi agar BUMD menjadi lebih baik, lebih profit, dan sehat,” ujar Rijal.
Ia menjelaskan, PT TNG melakukan evaluasi terhadap seluruh bidang usaha setiap hari. Evaluasi diawali dengan pengarahan pada pagi hari dan dilanjutkan dengan peninjauan kinerja pada sore hari.
Menurut Rijal, pengelolaan BUMD tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia memastikan masukan yang disampaikan dalam diskusi tersebut akan dibawa ke rapat evaluasi perusahaan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Ahmad Budi Wahyudi, mengatakan diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran BUMD, khususnya PT TNG.
Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk mahasiswa dan generasi muda, melalui pendekatan pentahelix.
“Bukan waktunya lagi kita berjalan sendiri. Salah satu unsur pentahelix ini adalah mahasiswa dan juga anak muda,” katanya.
Ahmad mengatakan, berbagai masukan dalam diskusi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mendorong pengembangan PT TNG. Menurutnya, perusahaan tersebut masih membutuhkan terobosan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan, peluang usaha PT TNG tidak terbatas pada satu bidang. Sebagai BUMD yang diharapkan menjadi salah satu sumber PAD, perusahaan perlu terus menggali dan mengembangkan potensi usaha yang dapat memberikan kontribusi bagi daerah.
“PT TNG masih sangat muda, masih butuh banyak terobosan dan banyak target yang harus dicapai. Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Afdan Nanung, berharap PMII Kota Tangerang semakin berkembang, terutama dalam membangun wacana dan mendorong kemajuan kader.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarkader, terutama melalui sikap saling membantu antara kader yang telah berhasil dan mereka yang masih berproses.
“Harapan saya, PMII Tangerang bisa lebih maju dalam membangun wacana dan menata karier. Yang sudah sukses membantu yang belum sukses, sehingga bisa saling menolong satu sama lain,” kata Afdan. (*)











