Istri Driver Ojol Korban Pembunuhan di Kosambi Terima Modal Usaha

Popi Aprianti, istri almarhum Agus Tedjo Prabowo, pengemudi ojek online (Ojol) yang menjadi korban pembunuhan di kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang, menerima bantuan modal usaha dari Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. 

SOLEAR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Popi Aprianti, istri almarhum Agus Tedjo Prabowo, pengemudi ojek online (Ojol) yang menjadi korban pembunuhan di kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang, menerima bantuan modal usaha dari Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.

 

Bacaan Lainnya

Popi mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Bantuan tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan sebagai modal untuk memulai usaha kecil di rumah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

 

“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu keluarga saya. Insyaallah saya bisa mulai usaha kecil-kecilan di rumah untuk masa depan anak-anak, sehingga tetap bisa mencari penghasilan tanpa harus meninggalkan mereka,” ujar Popi saat diwawancarai Banten Ekspres, Selasa 4 Agustus 2026.

 

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan baru di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terpukul setelah kepergian sang suami, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

 

Popi juga menyampaikan apresiasi kepada Sahroni atas kepeduliannya terhadap keluarga korban.

 

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Sahroni atas bantuan yang telah diberikan kepada keluarga kami. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, dipanjangkan umur, dan dilancarkan segala urusannya,” tuturnya.

 

Hingga saat ini, Popi mengatakan sudah sekitar 23 hari sejak sang suami meninggal dunia akibat aksi kejahatan yang merenggut nyawanya saat sedang beristirahat usai bekerja sebagai pengemudi ojek online.

 

Ia menceritakan, kabar duka diterimanya dari rekan almarhum yang mengabarkan bahwa suaminya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah, sementara sepeda motornya telah dibawa kabur pelaku.

 

Terkait proses hukum, Popi menyebut pelaku telah ditangkap dan saat ini kasusnya masih menunggu proses pemberkasan sebelum dilimpahkan ke persidangan.

 

Sebagai pihak keluarga, ia berharap pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

 

“Suami saya adalah tulang punggung keluarga. Anak-anak kami masih kecil dan beliau orang baik. Kami berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” kata Popi sambil menahan tangis

 

Sejak kehilangan suaminya, Popi mengaku belum dapat kembali bekerja. Untuk sementara waktu, kebutuhan sehari-hari keluarga masih bergantung pada bantuan dan donasi dari berbagai pihak.

 

“Saat ini saya masih mengandalkan bantuan dari teman-teman dan para donatur karena belum bisa bekerja. Selama ini nafkah keluarga berasal dari penghasilan suami sebagai pengemudi ojek online,” ungkapnya.

 

Meski demikian, ia bertekad memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.

 

“Alhamdulillah anak-anak masih sekolah. Bagaimanapun mereka harus tetap melanjutkan pendidikan meski ayahnya sudah tidak ada. Insyaallah saya akan terus berusaha demi masa depan mereka,” katanya.

 

Popi menambahkan, semasa hidup almarhum sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online di kawasan Dadap dan hanya pulang ke rumah setiap tiga hari hingga satu minggu sekali. (*)

 

Reporter: Dani mukarom

Pos terkait