SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, mengusulkan sebanyak 328 Sekolah Dasar Negeri (SDN) untuk mendapatkan bantuan melalui program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat pada 2027.
Usulan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah, untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama bagi sekolah yang membutuhkan perbaikan bangunan maupun fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Melalui program revitalisasi ini sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria, diharapkan dapat memperoleh dukungan perbaikan fasilitas, agar proses pembelajaran berlangsung lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Kepala Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar Surya mengatakan, pada 2027 pihaknya sudah mengusulkan 328 sekolah ke program revitalisasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ratusan sekolah yang diusulkan ini diharapkan bisa disetujui, sebab sekolah yang diusulkan itu benar-benar membutuhkan peningkatan fasilitas, untuk mempercepat pembenahan infrastruktur pendidikan.
“Rata-rata kondisinya kurang baik, sehingga melalui program revitalisasi ini sangat positif yang harus kita lakukan manfaatkan, untuk pembangunan anak bangsa di Kabupaten Serang. Ini langsung dari kementerian, program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” katanya saat diwawancarai wartawan kemarin, Selasa 13 Oktober 2026.
Abidin mengatakan, untuk tahun ini sudah ada sekitar 120 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, atas upaya yang dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, melakukan komunikasi dengan kementerian.
“Ini ibu Bupati yang luar biasa juga, konsolidasi, komunikasi dengan kementerian yang luar biasa, hasilnya dapat program revitalisasi, untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Dikatakan Abidin, pada program revitalisasi hanya empat ruang kelas yang diperbaiki, namun apabila ada sekolah tidak memiliki perpustakaan, UKS, lapangan, dan lainnya, akan dibangun juga tergantung dari penilaiannya.
“Tergantung penilaiannya, intinya pada program revitalisasi hanya empat kelas, kalau ada sekolah belum punya UKS berarti tiga kelas satu UKS yang ditangani,” ucapnya.
Disinggung apakah APBD juga menganggarkan, kata Abidin, tentu dianggarkan namun sifatnya hanya rehabilitasi namun untuk SDN dirinya kurang hafal jumlahnya.
Tapi yang pasti tahun ini ada beberapa sekolah yang dilakukan rehabilitasi melalui APBD, namun ada juga yang peningkatan infrastruktur seperti sekolahnya menjadi dua lantai itu khusus untuk sekolah yang rusak berat.
“Di APBD ini saya kurang hafal ya, yang jelas ada beberapa sekolah SD yang dibangun melalui APBD ruang kelas baru, ada peningkatan struktur sekolah dinaikkan menjadi dua lantai. Untuk 2027, kita lagi berupaya lakukan penilaian kerusakan terhadap sekolah,” tuturnya.
Disisi lain, Abidin mengaku, sudah mengintruksikan ke sekolah-sekolah agar dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang digunakan untuk perbaikan ringan atau perawatan seperti mengganti jendela rusak, mengecat dinding.
“Kalau rusak ringan sekolah itu bisa mengupayakan dari dana operasional sekolah dari BOP, yang mereka boleh menggunakan maksimal 20 persen untuk perawatan sekolah,” katanya. (*)











