Musim Kemarau, Kenapa Banten Masih ada Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Musim Kemarau, Kenapa Banten Masih ada Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Cuaca panas membuat pedagang makanan ringan berkeliling menggunakan payung sebagai pelindung dari sengatan sinar matahari. Tri Budi/Bantenekspres.co id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Banten dalam beberapa hari terakhir merupakan kondisi yang normal, meski seluruh wilayah telah memasuki musim kemarau.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Hartanto mengatakan, hujan yang terjadi dipicu oleh adanya gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang memasuki wilayah Banten.

Bacaan Lainnya

“Gelombang atmosfer Equatorial Rossby tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif di wilayah Banten sehingga masih terjadi hujan di beberapa wilayah,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat, 31 Juli 2026.

Hartanto menambahkan, berdasarkan pemantauan BMKG, seluruh wilayah Banten saat ini sudah memasuki periode musim kemarau. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya.

Menurutnya, pada musim kemarau masih terdapat peluang terjadinya hujan yang dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, terutama faktor-faktor lokal yang cukup kuat.

“Walaupun Banten sudah memasuki musim kemarau, potensi hujan tetap bisa terjadi. Hujan saat musim kemarau salah satunya dipicu oleh faktor dinamika atmosfer lokal yang kuat,” tambahnya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Banten akan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. Namun perkembangan kondisi musim kemarau akan terus dipantau dan diperbarui secara berkala.

“Perkembangan musim kemarau akan kami perbarui setiap dasarian atau setiap 10 hari sesuai hasil pemantauan BMKG,” tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, meski saat ini telah memasuki musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas. (*)

Pos terkait