Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Kelurahan Mekar Bakti Perkuat Kader PKK dan Posyandu

Foto Bersama kader PKK dan Posyandu Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan.

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, terus memperkuat peran kader PKK dan Posyandu dalam pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas yang diikuti kader dari seluruh RW, para peserta mendapatkan materi mengenai enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menjadi acuan dalam pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk penguatan upaya pencegahan stunting.

Bacaan Lainnya

Ketua PKK Kelurahan Mekar Bakti, Yeni Handayani, menjelaskan tugas kader tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan Posyandu, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.

“Jadi tadi disampaikan kalau tugas kader itu bukan hanya Posyandu. Ada enam SPM yang harus dipahami, mulai dari pendidikan, sosial, fasilitas umum, kesejahteraan, hingga pelayanan lainnya. Jadi ada tugas tambahan yang harus dijalankan bersama,” ujar Yeni saat diwawancarai, Selasa 28 Juli 2026.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan kepada masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada kader. Dukungan dari Ketua RW serta seluruh unsur masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan program-program pemerintah di tingkat lingkungan.

Pada kesempatan itu, kata dia, para kader juga dibekali penanganan stunting yang selama ini menjadi salah satu program prioritas. Iyani menjelaskan, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), tetapi dimulai sejak masa kehamilan.

“Penanganan stunting bukan hanya dari makanan. Sejak masa kandungan juga harus diperhatikan. Sekarang PMT di Posyandu juga sudah diarahkan pada makanan yang tinggi kalori, misalnya telur, sehingga setiap Posyandu memiliki standar yang sama,” katanya.

Selain pemberian PMT, kader Posyandu juga rutin melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memantau kondisi ibu hamil maupun tumbuh kembang balita. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk memastikan perkembangan anak berjalan sesuai usia serta mendeteksi lebih dini apabila ditemukan risiko stunting.

Namun demikian, Yeni menilai upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa keterlibatan keluarga, khususnya para orang tua.

“Selain kader, orang tua juga harus ikut berperan. Mulai dari memperhatikan asupan makanan anak sampai menjaga kebersihan lingkungan. Jadi penanganan stunting memang harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya. (*)

 

Pos terkait