Peringati Hari Anak Nasional, KKN Kelompok 09 Nawantara Edukasi Anti-Kekerasan

Mahasiswa KKN Nusantara VI Tahun 2026 Kelompok 09 Nawantara menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan, perundungan (bullying), dan penyimpangan sosial di Yayasan Al-Hidayah Wanti, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

LEBAK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Mahasiswa KKN Nusantara VI Tahun 2026 Kelompok 09 Nawantara menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan, perundungan (bullying), dan penyimpangan sosial di Yayasan Al-Hidayah Wanti, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional.

 

Bacaan Lainnya

Sebanyak 190 siswa MTs dan MA Al-Hidayah Wanti mengikuti sosialisasi bertema “Remaja Tangguh: Membangun Generasi Bebas Kekerasan, Perundungan, dan Penyimpangan Sosial”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya kekerasan, perundungan, serta berbagai bentuk penyimpangan sosial yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

Materi pertama disampaikan oleh Ps. Kanit Propam Polsek Leuwidamar, AIPTU Tri Purwana. Ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan dan perundungan beserta dampaknya terhadap korban maupun pelaku. Selain itu, ia mengajak para pelajar membangun budaya saling menghormati agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

 

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh praktisi hukum A. Azzam Fatoni. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan aspek hukum terkait tindak kekerasan dan penyimpangan sosial, termasuk hak dan kewajiban setiap individu serta konsekuensi hukum bagi pelaku yang melanggar aturan.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Al-Hidayah Wanti, Muhdi Ali, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini penting sebagai langkah pencegahan agar peserta didik memahami perilaku yang termasuk kekerasan dan mampu menghindarinya.

 

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Dengan sosialisasi ini, siswa-siswi menjadi mengetahui perilaku-perilaku yang tergolong sebagai tindak kekerasan. Ini merupakan langkah preventif agar mereka lebih sadar dalam bersikap. Harapan kami, remaja Desa Wantisari, khususnya siswa-siswi MTs dan MA Al-Hidayah Wanti, dapat menjadi generasi yang berperilaku baik, terhindar dari kekerasan, perundungan, maupun berbagai bentuk penyimpangan sosial,” ujarnya.

 

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber mengenai cara mencegah perundungan, kekerasan, serta penyimpangan sosial di lingkungan sekitar.

 

Salah seorang peserta, Alya, siswi MA Al-Hidayah Wanti, mengaku memperoleh wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

 

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman dan kesadaran mengenai perilaku yang menyimpang serta cara mencegahnya. Saya jadi lebih memahami bagaimana bersikap dan menghargai orang lain agar tidak terjadi perundungan maupun kekerasan,” katanya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 09 Nawantara berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran di kalangan remaja untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan. Sosialisasi tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara sekolah, aparat kepolisian, praktisi hukum, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap anak. (*)

 

Reporter: Aldi

Pos terkait