TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan Kota Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas mutu pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah pelaksanaan workshop implementasi deep learning (pembelajaran mendalam) serta pengembangan inklusivitas di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar memberikan apresiasi penuh terhadap sekolah yang proaktif menyelenggarakan pelatihan metode ajar tersebut.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan memerlukan sinergi dan usaha kolektif dari seluruh pemangku kebijakan, terutama para guru.
“Saya mengapresiasi kepada sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan workshop ini. Memang ini butuh effort yang sama dari seluruh pemangku kebijakan,” kata Wahyudi saat ditemui, Rabu 8 Juli 2026.
Ia menuturkan, dalam mengimplementasikan metode ajar ini diperlukan strategi dan cara dalam pembelajaran di sekolah hingga adanya penyesuaian agar materi dapat tersampaikan dengan tepat dan dapat memberikan makna yang berdampak pada kehidupan sehari-hari siswa.
Wahyudi menekankan, metode pembelajaran saat ini harus bergeser dari sekadar penyampaian materi (transfer of knowledge) menjadi pembelajaran yang relevan dan aplikatif. Ia menyebut, fokus utamanya adalah memastikan setiap pelajaran di ruang kelas memiliki manfaat nyata bagi masa depan siswa.
Ia memberikan contoh pada mata pelajaran matematika. Menurutnya, guru tidak boleh hanya mengajarkan teknis berhitung, tetapi harus mampu menjelaskan filosofi dan urgensi di balik angka-angka tersebut.
“Bukan sekadar mencerdaskan secara numerik, tapi kenapa kita harus pandai berhitung dan sejauh mana kebermanfaatannya di kehidupan nyata? Pesan itulah yang harus sampai ke anak-anak kita,” jelasnya.
Wahyudi juga menyoroti pentingnya adaptasi guru terhadap karakteristik siswa Generasi Z yang tumbuh besar di era perkembangan teknologi yang pesat. Pergeseran cara berpikir siswa menuntut perubahan mendasar dalam pendekatan pedagogis.
Oleh karenanya, penguatan isu pembelajaran mendalam (deep learning), pengembangan coding, serta penguatan sekolah inklusif menjadi agenda yang sangat relevan untuk terus dikuatkan di sekolah-sekolah di Kota Tangerang.
“Pergeseran cara berpikir anak-anak Gen-Z ini sudah jauh berbeda. Pengaruh teknologi menjadi hal yang mendasar. Strategi deep learning dan inklusivitas ini adalah kunci agar sekolah menjadi tempat yang relevan dan mampu menjawab tantangan zaman bagi anak-anak didik kita,” jelasnya lagi.
Ia berharap, langkah ini mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih adaptif, bermakna, dan mampu membekali siswa dengan kompetensi nyata untuk menghadapi tantangan di masa depan.(*)
Reporter : Abdul Aziz










