Antisipasi Puso Imbas Kemarau Panjang, DKPP Himbau Petani Percepat Tanam

Terlihat hamparan sawah yang sudah mulai ditanami padi, di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa 30 Juni 2026.Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

CIKANDE,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, telah menghimbau para petani untuk segera melakukan percepatan tanam padi.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari salah satu upaya, untuk mengantisipasi terjadinya kemarau panjang atau El Nino, yang biasanya terjadi dipertengahan tahun seperti Juni, Juli, hingga Agustus, supaya tidak terjadi puso atau gagal panen.

Bacaan Lainnya

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, kewaspadaan terhadap peralihan musim dari penghujan ke kemarau perlu dilakukan, meskipun belakangan ini masih sering ada hujan yang membuat petani masih bisa tanam.

Sehingga pihaknya menghimbau kepada seluruh petani di Kabupaten Serang, untuk mempercepat proses tanam padinya mumpung masih ada hujan dan belum ada kemarau panjang.

“Alhamdulillah sampai dengan bulan ini masih ada beberapa wilayah yang hujan, berarti kan masih ada yang hujan. Saya harapkan petani percepat tanam,” katanya saat diwawancarai wartawan di acara Kemendes PDT, di Hotel Swiss Bell Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Selasa 30 Juni 2026.

Suhardjo mengatakan, percepatan tanam padi ini merupakan salah satu solusi mengantisipasi terjadinya puso, akibat musim kemarau panjang yang diprediksi akan hadir dipertengahan tahun ini.

Karena ketika petani mulai tanam padinya sekarang, dan tiga bulan kemudian bisa langsung panen, yang berarti ketika musim kemarau panjang tiba, padinya sudah berisi hanya tinggal tunggu panennya.

“Percepatan tanam merupakan salah satu solusi yang kita lakukan untuk mengantisipasi puso atau gagal panen, mudah-mudahan pada saat kemarau datang, padi sudah mulai berisi tinggal nunggu panen. Alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan terjadinya puso atau gagal panen,” ujarnya.

Selain percepatan tanam padi, kata Suhardjo, ada solusi lainnya yang disiapkan yaitu mengoptimalkan kembali penggunaan pompa air yang sudah dibagikan ke kelompok petani sebanyak 600 unit sejak 2023 hingga 2024.

Selain itu pihaknya juga mempunyai program yaitu optimalisasi lahan, yang telah diajukan ke pemerintah pusat sebanyak 1599 hektar, bantuan ini bentuknya berupa perbaikan saluran irigasi, pengeboran air, perbaikan embung, dan lainnya.

“Semua program-program ini sudah kita lakukan, untuk mengantisipasi terjadinya puso atau gagal panen akibat El Nino. Kami berharap tahun ini, tidak ada sawah yang mengalami puso atau gagal panen,” ucapnya. (*)

Reporter : Agunggumelar

Pos terkait