SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Direktur RSDP Serang dr Rachmat Setiadi, menyebutkan remaja usia 17 tahun asal Pandeglang harus menjalani cuci darah atau Hemodialisa.
Pola makan tidak sehat seperti sering memakan makanan cepat saji, sering minuman manis, serta Minuman Keras (Miras), menjadi penyebab gagal gagal ginjal kronis yang membuatnya harus melakukan cuci darah seumur hidup.
Rachmat Setiadi mengatakan, kondisi ini menjadi pengingat bahwa penyakit yang membutuhkan penanganan serius, tidak hanya mengancam kelompok usia lanjut tetapi dapat dialami juga oleh kalangan remaja.
“Paling muda ada yang umur 17 tahun belum nikah, kalau tidak salah orang Pandeglang, saat ini dia rutin menjalani cuci darah,” katanya kepada wartawan di halaman Pendopo Bupati Serang, Rabu 4 November 2026.
Kata Rachmat Setiadi, di RSDP Serang memiliki 40 alat untuk cuci darah yang terisi semuanya dan dibagi menjadi dua shift, artinya per hari ada 80 pasien yang menjalani cuci darah atau Hemodialisa.
Sebelumnya RSDP Serang hanya memiliki 30 alat untuk cuci darah, namun jumlahnya ditambah 10 menjadi 40 alat, karena seseorang terkena gagal ginjal kronis semakin banyak.
“Kini memang banyak sekali pasien terkena gagal ginjal kronis, kemarin kita tambah 10 alat nya jadi sekarang ada 40 alat, kita sudah memprediksikan hal ini untuk penambahan. Di buka dua shift, pagi dan sore, misal pagi 40 pasien lalu sore dibuka lagi 40 pasien jadi totalnya 80 pasien per hari,” ujarnya.
Dikatakan Rachmat Setiadi, tempat tersebut bisa kosong apabila pasiennya sudah meninggal dunia dan diisi lagi dengan pasien lainnya yang sudah dijadwalkan.
“Kalau tempatnya sudah penuh, kita akan arahkan ke rumah sakit lain yang punya alat untuk cuci darah,” ucapnya.
Rachmat Setiadi menjelaskan, pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab gagal ginjal kronis, sering mengkonsumsi makanan cepat saji, minuman manis dan beralkohol.
Meski efeknya tidak terasa secara langsung tetapi lambat laun akan mulai dirasakannya, apabila ada tanda-tanda gejalanya seperti perubahan pola buang air kecil, kelelahan berlebihan, serta mual yang berkepanjangan segera melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Ginjal itu fungsinya menyaring apa yang masuk ke dalam tubuh, kalau hidupnya tidak sehat maka ginjal ini tidak bisa menyaring lagi membuat gagal ginjal hingga kronis. Bahkan ada beberapa jamu yang bisa membuat ginjal rusak, jadi harus lebih hati-hati,” tuturnya.
Rachmat Setiadi menghimbau, kepada seluruh masyarakat baik kalangan remaja dan orang tua, untuk membiasakan pola hidup sehat sejak dini dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Kemudian membatasi makanan tinggi garam dan lemak, mencukupi kebutuhan cairan sesuai kondisi tubuh, rutin beraktivitas fisik, serta menghindari minuman beralkohol.
“Saya himbau masyarakat bisa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, kalau sudah ada tanda-tanda masalah kesehatan segera melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya. (*)











