JATIUWUNG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jatiuwung belum lama ini menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Penguatan Peran Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi manajerial, kepemimpinan pembelajaran, serta tata kelola sekolah yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Ketua K3S Kecamatan Jatiuwung, Tuti Sholihah, menegaskan, peran kepala sekolah saat ini telah bergeser dari sekadar administrator menjadi instructional leader atau pemimpin pembelajaran yang menjadi motor utama penggerak kualitas satuan pendidikan.
Menurut dia, tantangan dunia pendidikan dasar semakin kompleks, mulai dari penerapan kurikulum yang dinamis hingga tuntutan penguatan karakter peserta didik. Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut untuk memiliki visi yang kuat serta kemampuan adaptasi yang tinggi.
“Kepala sekolah tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif di kantor. Di era transformasi pendidikan saat ini, kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menginspirasi guru, membangun ekosistem kolaboratif di satuan pendidikan, serta memastikan hak belajar anak terpenuhi secara optimal,” ujar Tuti saat dihubungi. Rabu, 4 November 2026.
Dikatakannya, Bimtek difokuskan pada penguatan beberapa pilar utama kepemimpinan kepala sekolah, di antaranya, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif. Pihaknya terus mengoptimalkan dan mematangkan perencanaan program yang berkelanjutan.
“Bimtek ini supervisi pembelajaran berkelanjutan, membekali kepala sekolah dengan teknik pendampingan kelas yang konstruktif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru,” ujarnya.
Selain itu, kata Tuti, kegiatan Bimtek tersebut juga mendorong penerapan digitalisasi sekolah dengan platform teknologi dan data untuk perencanaan berbasis refleksi yang akurat.
Ia menyebut, kegiatan Bimtek yang diikuti oleh seluruh kepala SD negeri dan swasta di lingkungan Kecamatan Jatiuwung ini berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima paparan materi teoretis, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi kelompok, bedah kasus manajerial sekolah, dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) yang aplikatif.
Ia mengapresiasi tingginya semangat dan partisipasi aktif para kepala sekolah selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan mutu pendidikan di tingkat kecamatan sangat bergantung pada soliditas dan kemauan belajar bersama antarkepala sekolah.
“Melalui K3S, kami ingin membangun kultur saling belajar (sharing and learning). Apa yang menjadi tantangan di satu sekolah bisa dicarikan solusinya bersama-sama melalui forum ini. Semangat gotong royong dan kolaborasi adalah kunci kemajuan pendidikan di Jatiuwung,” tambahnya.
Dikatakannya, K3S Kecamatan Jatiuwung optimis mutu layanan pendidikan di tingkat dasar akan mengalami peningkatan yang signifikan. Output dari kegiatan ini diharapkan langsung terimplementasi di masing-masing sekolah, menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta berorientasi pada prestasi peserta didik.(*)











